Diklat SPPI Peserta MeninggalPeserta SPPI KNMP 2026 meninggal saat pendidikan di Halim Perdanakusuma. Kemenhan menyebut hasil pemeriksaan medis mengarah pada dugaan TB.

Peserta SPPI KNMP 2026 bernama Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif. Kementerian Pertahanan menyebut kondisi kesehatannya diduga berkaitan dengan tuberkulosis.

Kementerian Pertahanan mengonfirmasi meninggalnya salah satu peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026, Novia Rahmadhani Sihotang.

Novia mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Satdik Pusbahasa Kodiklatau) yang berada di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Kabar duka tersebut diterima Kementerian Pertahanan setelah peserta yang bersangkutan menjalani perawatan medis akibat gangguan kesehatan yang dialaminya.

Kondisi Kesehatan Menurun Sejak 22 Juni

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan Novia mulai mengalami gangguan kesehatan pada 22 Juni 2026.

Setelah muncul keluhan, tim kesehatan satuan segera memberikan penanganan awal sesuai prosedur.

Namun, kondisi peserta tersebut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut sehingga tim medis merujuknya ke Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa.

Di rumah sakit, tenaga medis melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami.

Kemenhan Sebut Hasil Pemeriksaan Mengarah ke Tuberkulosis

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan Novia diduga berkaitan dengan penyakit tuberkulosis atau TB.

Meski telah memperoleh perawatan intensif, nyawa peserta tersebut tidak tertolong.

Novia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 2026.

Secara faktual, dugaan TB menjadi salah satu temuan utama dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan terhadap peserta tersebut.

Yang patut dicermati, Kementerian Pertahanan belum menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi medis yang mendasari dugaan tersebut.

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait

Peserta Dinyatakan Lolos Pemeriksaan Sebelum Pendidikan

Kemenhan memastikan Novia telah mengikuti seluruh tahapan seleksi sebelum menjalani pendidikan SPPI.

Selain seleksi administrasi, peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada saat proses seleksi berlangsung, Novia dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti program pendidikan.

Karena itu, munculnya gangguan kesehatan saat pendidikan menjadi bagian dari evaluasi yang kini dilakukan penyelenggara program.

Kemenhan Lakukan Evaluasi Pengawasan Kesehatan Peserta

Menyusul peristiwa tersebut, Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah.

Sementara itu, evaluasi internal juga mulai dilakukan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan.

Fokus evaluasi mencakup penguatan pengawasan kesehatan peserta selama mengikuti program.

Menurut Kemenhan, keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan SPPI KNMP Tahun 2026.

DPR Soroti Pelatihan Militeristik dalam Program SPPI

Kasus ini menambah daftar peserta SPPI yang meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar militer di satuan TNI.

Sebelumnya, dua peserta program SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih juga dilaporkan meninggal dunia.

Merespons kondisi tersebut, anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta Kementerian Pertahanan dan TNI melakukan evaluasi terhadap pola pelatihan yang diterapkan.

Menurutnya, peserta calon pengelola koperasi desa maupun kampung nelayan lebih membutuhkan penguatan materi manajemen koperasi dibanding porsi latihan militer yang berlebihan.

Ia menilai materi dasar kemiliteran tetap dapat diberikan, namun perlu penyesuaian agar tujuan utama program tetap tercapai.