bahasakita.id – Penutupan Posko Peduli Bencana Sumatra di Balai Kota Surabaya tidak serta-merta menghentikan arus kepedulian publik. Justru di sanalah terlihat makna solidaritas warga kota yang bergerak melampaui batas administratif.
Hingga Jumat (19/12/2025), Pemkot Surabaya masih menerima bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima langsung donasi dari pengusaha, yayasan, dan komunitas.
Total donasi dari pengusaha dan yayasan Surabaya tercatat Rp1.437.128.000. Komunitas Ling Tien Kung Bandung Raya menyalurkan Rp262.128.000, sementara perusahaan kopi Kapal Api menyumbang Rp1,5 miliar.
“Dana akan kami transfer ke rekening pemda setempat agar tepat guna, karena mereka yang paling memahami kebutuhan di lapangan,” kata Eri, Sabtu (20/12/2025).

Secara keseluruhan, hingga Jumat, bantuan yang berhasil dihimpun mencapai Rp8.953.185.818. Angka ini mencakup logistik senilai Rp1.253.843.712 dan dana tunai yang siap disalurkan sebesar Rp4.500.086.106.
Dalam konteks ini, Pemkot Surabaya menempatkan diri sebagai penghubung-bukan pemilik-atas solidaritas warga kota
