Respons PDIP soal kandang gajah PSI kembali menghangat setelah elite partai berlambang banteng menilai narasi yang dibangun PSI lebih banyak berisi sensasi dibanding pembahasan isu masyarakat.
Polemik antara PSI dan PDI Perjuangan terus berkembang setelah muncul rencana safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Jawa Tengah. Jika sebelumnya perhatian tertuju pada target PSI menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah”, kini sorotan bergeser pada respons elite PDIP.
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus mempertanyakan sikap PSI yang dinilainya lebih sering mengomentari PDI Perjuangan dibanding menyampaikan pandangan mengenai persoalan publik.
Menurut Deddy, masyarakat menunggu kontribusi politik berupa gagasan maupun kritik terhadap berbagai isu yang sedang berkembang, bukan sekadar perang narasi antarelite.
Deddy Sitorus Kritik Pola Komunikasi PSI
Deddy menanggapi pernyataan Ketua DPP PSI Bestari Barus yang sebelumnya mempertanyakan alasan PDIP masih sering mengomentari Joko Widodo meski bukan lagi kader partai tersebut.
Menurut Deddy, justru PSI yang selama ini kerap membawa-bawa nama PDI Perjuangan dalam berbagai pernyataannya.
“Perasaan nggak pernah kedengaran tuh suara PSI, sibuk nyeret-nyeret PDI Perjuangan saja. Rakyat sudah bosan dengan gimmick PSI,” katanya.
Ia menilai pola komunikasi seperti itu lebih berorientasi pada penciptaan perhatian publik dibanding membahas persoalan yang dihadapi masyarakat.
PDIP Minta PSI Soroti Isu Publik
Selain mengkritik narasi politik PSI, Deddy juga meminta partai tersebut lebih aktif menyampaikan sikap terhadap berbagai persoalan nasional.
Ia mencontohkan tuntutan mahasiswa, dugaan kasus suap yang menyeret Bupati Kuansing, hingga berbagai persoalan lain yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Ditunggu suaranya soal tuntutan mahasiswa, kasus suap Bupati Kuansing dan soal-soal lain yang terkait dengan rakyat,” tuturnya.
Menurut Deddy, masyarakat akan lebih memperhatikan partai politik yang konsisten mengawal isu publik dibanding hanya membangun simbol atau slogan politik.
Polemik Berlanjut Setelah Rencana Safari Jokowi
Perdebatan terbaru ini muncul setelah Ketua DPW PSI Jawa Tengah Antonius Yogo mengumumkan rencana safari politik Jokowi di berbagai daerah di Jawa Tengah.
PSI meyakini konsolidasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur partai yang diklaim telah mencapai sekitar 95 persen.
Di sisi lain, pernyataan mengenai target menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah” memunculkan respons beruntun dari sejumlah politikus PDIP.
Perdebatan Bergeser ke Narasi Politik
Jika sebelumnya perhatian publik berpusat pada klaim PSI mengenai basis dukungan di Jawa Tengah, kini perdebatan berkembang menjadi kritik terhadap gaya komunikasi politik kedua partai.
PDIP menilai PSI lebih banyak menghadirkan sensasi politik. Sebaliknya, PSI tetap melanjutkan persiapan agenda konsolidasi bersama Jokowi di Jawa Tengah.
Dengan demikian, polemik yang semula berangkat dari simbol “kandang gajah” kini berkembang menjadi saling kritik mengenai strategi politik, komunikasi publik, serta fokus masing-masing partai dalam merespons isu nasional.
