Jokowi masuk PSI sebagai calon Ketua Dewan Pembina mendapat respons PDIP

Jokowi masuk PSI menjadi sorotan setelah muncul pernyataan bahwa Presiden ke-7 RI itu akan segera resmi mengenakan jaket Partai Solidaritas Indonesia sebagai Ketua Dewan Pembina. Menanggapi hal tersebut, PDIP menegaskan tidak lagi memiliki urusan politik dengan Joko Widodo sejak status keanggotaannya dicabut dari partai.

Jokowi masuk PSI kembali memunculkan respons dari PDI Perjuangan. Partai berlambang banteng itu menegaskan bahwa hubungan organisasional dengan Presiden ke-7 RI tersebut telah berakhir sejak pemecatan dari keanggotaan partai.

Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menyatakan langkah politik Jokowi saat ini bukan lagi menjadi urusan internal partainya. Menurutnya, keputusan Jokowi untuk bergabung atau beraktivitas di partai mana pun merupakan hak pribadi yang tidak berkaitan dengan PDIP.

Dalam pernyataannya, Deddy menegaskan bahwa posisi PDIP terhadap Jokowi sudah jelas. Karena itu, partainya tidak memberikan perhatian khusus terhadap rencana Jokowi yang disebut akan menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.

Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai, sudah dipecat dari keanggotaan partai. Jadi dia mau pakai jaket partai apa pun, itu urusan Jokowi,” kata Deddy.

PDIP Nilai Kedekatan Jokowi dan PSI Bukan Hal Baru

Menurut Deddy, keterkaitan Jokowi dengan PSI bukanlah sesuatu yang muncul belakangan ini. Ia menilai hubungan tersebut sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Yang jadi sorotan, putra Jokowi saat ini memimpin PSI. Selain itu, Deddy menilai terdapat sejumlah figur yang memiliki kedekatan dengan Jokowi dan kemudian beraktivitas di lingkungan partai tersebut.

Karena itu, PDIP tidak menganggap rencana pengukuhan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina PSI sebagai perkembangan yang mengejutkan.

Memangnya dari dulu dia tidak di PSI, kan anaknya sudah Ketua Umum dan sebelum itu dia membesarkan PSI dengan merekrut orang-orangnya di pemerintahan dan BUMN,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Deddy menilai hubungan politik antara Jokowi dan PSI sudah berlangsung cukup lama sebelum rencana pengumuman resmi tersebut muncul ke publik.

Deddy Yevri Sitorus
Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus

PDIP Soroti Dugaan Perekrutan Kader oleh PSI

Selain merespons isu Jokowi masuk PSI, Deddy juga menyinggung aktivitas politik PSI di berbagai daerah.

Menurutnya, PDIP menerima sejumlah informasi terkait upaya pendekatan terhadap kader partai, mulai dari anggota legislatif hingga pengurus di tingkat daerah.

Ia mengaku mendengar adanya tawaran tertentu yang ditujukan kepada sejumlah kader untuk bergabung dengan PSI. Namun, Deddy menyatakan dirinya tidak dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.

Tak hanya itu, ia menilai fenomena serupa juga terjadi pada kader partai lain.

Menurut Deddy, gejala pendekatan politik tersebut tidak hanya menyasar PDIP, tetapi juga kader dari sejumlah partai lain seperti NasDem, Demokrat, dan PAN.

Akibatnya, PSI dinilai berpotensi menghadapi respons dari berbagai kekuatan politik sekaligus apabila pola tersebut terus berlangsung.

PDIP Klaim Tidak Khawatir dengan Langkah Politik PSI

Deddy juga menegaskan bahwa PDIP tidak merasa terancam dengan perkembangan PSI maupun potensi bergabungnya Jokowi ke partai tersebut.

Ia menyinggung hasil Pemilu 2024 yang menurutnya menunjukkan PSI belum mampu menembus parlemen nasional meski berada dalam situasi politik yang menguntungkan.

Karena itu, Deddy menilai PDIP tetap fokus pada agenda dan konsolidasi internal partai.

Terus terang kami tidak takut. Pemilu kemarin, saat di puncak kekuasaan dengan jaringan pemerintahan dan APH serta anggaran bansos APBN saja, mereka masih gagal masuk parlemen,” katanya.

PSI Siapkan Struktur Menjelang Kehadiran Jokowi

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengungkapkan bahwa Jokowi akan segera mengenakan jaket PSI secara resmi sebagai Ketua Dewan Pembina.

Menurut Grace, PSI saat ini tengah mempercepat pembentukan dan penyempurnaan struktur organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi proses verifikasi partai pada tahun depan.

Grace menjelaskan percepatan konsolidasi organisasi diperlukan agar mesin partai dapat langsung bergerak ketika Jokowi resmi tampil dalam struktur PSI.

Ia juga menyebut proses penguatan organisasi berlangsung serentak di berbagai daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur yang menjadi salah satu lokasi konsolidasi partai.