Sekolah Rakyat KarangasemSekolah Rakyat Karangasem mencapai progres 95 persen dan mulai digunakan 31 Juli 2026. Fasilitas gratis, konsep green building, asrama.

Sekolah Rakyat Karangasem hampir selesai dibangun dengan progres mencapai 95 persen. Sebanyak 74 siswa dijadwalkan memulai kegiatan belajar pada 31 Juli 2026 setelah pembangunan ditargetkan tuntas sehari sebelumnya.

Sekolah Rakyat Karangasem memasuki tahap akhir pembangunan dengan progres mencapai 95 persen. Proyek yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, itu ditargetkan selesai pada 30 Juli 2026 sehingga kegiatan belajar mengajar permanen dapat dimulai pada 31 Juli 2026.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Nengah Satriyani, mengatakan sebanyak 74 siswa dijadwalkan menjadi peserta didik pertama yang menempati sekolah tersebut. Sementara itu, penyelesaian sejumlah fasilitas terus dikebut agar seluruh sarana siap digunakan sesuai jadwal.

Fasilitas Sekolah Rakyat Karangasem Disiapkan Lengkap dan Gratis

Satriyani menjelaskan Sekolah Rakyat Karangasem mengusung konsep green building. Karena itu, seluruh ruang belajar mengandalkan sirkulasi udara alami tanpa menggunakan pendingin ruangan atau AC.

Selain itu, kebutuhan air bersih dipenuhi melalui dua sumur bor sedalam 60 meter dengan debit sekitar 1,8 liter per detik. Sekolah juga memanfaatkan pasokan air dari PDAM. Selanjutnya, Kementerian PU melalui Ditjen Cipta Karya akan membangun sumber air permanen dari Sungai Telaga Waja pada 2027.

Di sisi lain, pasokan listrik berasal dari gardu PLN berkapasitas 345 kVA yang telah dilengkapi generator sebagai sumber listrik cadangan apabila terjadi gangguan.

Sekolah ini berdiri di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Bali seluas 5,6 hektare. Fasilitasnya meliputi gedung SD dengan 18 ruang kelas berkapasitas 540 siswa, gedung SMP dan SMA yang masing-masing memiliki sembilan ruang kelas dengan kapasitas 270 siswa.

Tak hanya itu, kawasan sekolah juga dilengkapi asrama untuk siswa SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, gedung serbaguna berkapasitas 750 orang, lapangan olahraga, hingga tempat ibadah.

Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial, Ketut Supena, menyampaikan seluruh peserta didik memperoleh pendidikan secara gratis. Fasilitas yang diberikan mencakup seragam sekolah, buku pelajaran, laptop, serta makan bergizi tiga kali sehari.

Sebelum memulai pembelajaran, para siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan, tes kebugaran, serta tes DNA untuk membantu memetakan potensi dan minat masing-masing.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Putu Jaya Negara menyebut jumlah pendaftar terdiri dari 19 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Untuk kebutuhan tenaga pendidik, guru SD berasal dari tenaga non-ASN, guru SMP berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem, sedangkan guru SMA masih bertugas sebagai guru tamu dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Rekrutmen guru tetap masih berlangsung di tingkat pemerintah pusat.

Gubernur Bali Wayan Koster juga meminta percepatan penyelesaian pembangunan, terutama pada fasilitas asrama, dapur, kamar mandi, dan ruang kelas agar seluruh sarana dapat beroperasi sesuai target.