Film Juminten EdanFilm Juminten Edan mengangkat kisah perempuan penyandang disabilitas dengan trauma masa lalu serta konflik keluarga Indonesia. Simak sinopsis dan daftar pemainnya.

Film Juminten Edan menghadirkan kisah perempuan penyandang disabilitas yang dibayangi trauma masa lalu. Film produksi Mercusuar Films dan Digital Frame Production ini mengangkat dinamika keluarga Indonesia melalui jajaran pemain ternama.

Mercusuar Films bersama Digital Frame Production memperkenalkan film Juminten Edan, sebuah karya yang mengangkat cerita tentang perempuan penyandang disabilitas dengan trauma masa lalu. Pengalaman tersebut terus menghantui kehidupan tokoh utama hingga memengaruhi orang-orang di sekitarnya.

Film ini menjadi hasil kolaborasi yang disambut positif oleh produser Anggia Novita. Menurutnya, kekuatan utama Juminten Edan terletak pada alur cerita yang memiliki benang merah yang jelas sehingga menarik untuk diproduksi bersama.

Anggia mengatakan cerita yang diusung sejak awal membuat dirinya yakin untuk terlibat dalam proyek tersebut. Karena itu, kolaborasi antara dua rumah produksi akhirnya diwujudkan dalam penggarapan film ini.

Juminten Edan Tampilkan Konflik Keluarga Indonesia

Jadwal Film Juminten Edan
Jadwal Film Juminten Edan, 23 Juli 2026

Sutradara Jonathan Ozoh menjelaskan bahwa tema keluarga dipilih karena dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Bersama sutradara Dedy Mercy, ia mengembangkan cerita yang menjadikan keluarga sebagai pusat konflik dalam film.

Menurut Jonathan, hubungan antara mertua dan menantu, anak dan ibu mertua menjadi gambaran yang ingin dihadirkan melalui kisah Juminten. Dengan demikian, film ini mencoba menampilkan persoalan keluarga yang akrab dengan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, penulis Alim Sudio mengungkapkan bahwa pengembangan cerita berawal dari konsep yang dibawa Dedy Mercy. Selanjutnya, ia menyempurnakan naskah dengan menghadirkan sejumlah unsur yang memperkuat konflik dalam film.

Pak Dedy punya konsep ceritanya, dia ngomong soal masalah orang siapa yang waras dan tidak. Kemudian saya yang mengembangkan cerita, dan ada beberapa hal yang mau diterobos juga dari film ini,” kata Alim Sudio.

Film Juminten Edan dibintangi Meisya Amira sebagai pemeran utama. Selain itu, Dimas Aditya memerankan Manto, Anne J Coto sebagai Salma, serta Kukuh Prasetyo sebagai Marlan.

Deretan pemain lainnya meliputi Deden Bagaskara sebagai Kadir, Bambang Oeban sebagai Kakek Juminten, Wina Marrino sebagai Farida, serta Maria Lituhayu yang memerankan Juminten Kecil. Kehadiran para pemain tersebut memperkuat cerita yang berfokus pada trauma, hubungan keluarga, dan dinamika kehidupan tokoh utama.