Hotspot Kalbar paling banyak terkonsentrasi di wilayah selatan, sementara operasi modifikasi cuaca berhenti karena awan penyemaian belum tersedia.
Hotspot Kalbar masih menjadi fokus pemantauan pemerintah setelah laporan satelit menunjukkan ribuan titik panas dalam 24 jam terakhir.
Data BNPB mencatat 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah. Titik tersebut paling banyak tersebar di sektor selatan Kalimantan Barat.
Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot menengah. Sementara itu, sektor timur mencakup Sanggau, Sintang, dan Sambas.
Hotspot Kalbar Terkonsentrasi di Sejumlah Wilayah
Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo, menyampaikan data tersebut saat rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Selain hotspot kategori menengah, satelit mendeteksi 198 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Ada pula 406 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.
Menurut Bulo, hotspot berkepercayaan tinggi menunjukkan adanya titik api dan asap di wilayah Kalimantan Barat.
Faktanya, pemerintah juga sudah menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung penanganan karhutla. OMC berlangsung pada 11-18 Agustus 2026.
OMC Berhenti karena Potensi Awan Terbatas
Namun, operasi tersebut berhenti sementara setelah pemantauan menunjukkan tidak ada potensi awan untuk penyemaian.
“Kami sudah melakukan operasi modifikasi cuaca dari 11 sampai dengan 18 Agustus yang lalu,” kata Bulo.
Ia menambahkan, operasi kemudian memasuki masa istirahat karena kondisi awan tidak memungkinkan proses penyemaian.
Di sisi lain, pemerintah masih memantau peluang hujan di Kalbar. Pada 20-27 Agustus 2026, hujan ringan berpotensi turun terutama di wilayah timur.
Dalam konteks tersebut, pemantauan satelit menjadi bagian penting dari laporan kondisi terbaru. Data itu memberikan gambaran sebaran hotspot berdasarkan tingkat kepercayaan.
Sementara itu, Presiden Prabowo datang langsung ke Kalbar pada Sabtu pagi. Setelah tiba di Bandara Internasional Supadio Pontianak, ia menuju posko penanganan karhutla.
Prabowo menerima paparan kondisi lapangan bersama Gubernur Kalbar, Kapolda, Pangdam, BNPB, BMKG, Basarnas, serta kementerian dan lembaga terkait.
Lebih jauh, kunjungan Prabowo tidak berhenti di Kalimantan Barat. Ia dijadwalkan melanjutkan agenda ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
