Synthetic Video Detector Nvidia resmi diperkenalkan sebagai solusi untuk mendeteksi video hasil kecerdasan buatan secara real-time. Teknologi ini diklaim memiliki akurasi hingga 94 persen dan ditujukan membantu media memverifikasi keaslian konten lebih cepat.
Synthetic Video Detector Nvidia menjadi salah satu teknologi yang diperkenalkan dalam ajang SIGGRAPH 2026. Perusahaan menghadirkan alat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengidentifikasi video sintetis atau deepfake hanya dalam hitungan milidetik.
Teknologi tersebut hadir ketika penggunaan AI generatif semakin berkembang dan membuat batas antara video asli serta video buatan mesin semakin sulit dibedakan.
Nvidia mengembangkan layanan ini dalam bentuk Nvidia Inference Microservice (NIM). Sistem bekerja dengan memindai setiap frame video yang diperiksa, kemudian menghasilkan skor prediksi mengenai kemungkinan konten tersebut dibuat menggunakan AI.
Cara Kerja Synthetic Video Detector Nvidia
Fokus utama layanan ini adalah membantu ruang redaksi dan organisasi media memverifikasi materi video sebelum dipublikasikan. Dengan demikian, proses pengecekan dapat berlangsung lebih cepat untuk mengurangi risiko penyebaran informasi palsu.
Wakil Presiden Teknologi Simulasi AI Fisik Nvidia, Pendeta Lebaredian, menjelaskan teknologi yang digunakan untuk menciptakan video AI juga dapat dimanfaatkan untuk mengenali konten tersebut.
Selain itu, algoritma yang dikembangkan Nvidia tetap menunjukkan performa tinggi meskipun video telah mengalami kompresi data, salah satu tantangan terbesar dalam pendeteksian deepfake.
Akurasi 94 Persen dan Analisis dalam Hitungan Milidetik
Nvidia menyebut tingkat akurasi Synthetic Video Detector mencapai sekitar 94 persen pada berbagai skenario pengujian.
Di sisi lain, kecepatan pemrosesan juga menjadi keunggulan teknologi ini. Pada perangkat yang menggunakan GPU RTX, sistem hanya memerlukan sekitar 22 milidetik untuk menganalisis video beresolusi 1080p.
Sementara itu, penggunaan GPU Nvidia L40 membutuhkan waktu sekitar 30 milidetik untuk proses analisis.
Mulai Diintegrasikan ke Platform Streaming
Nvidia telah mendistribusikan teknologi tersebut kepada Wowza, penyedia solusi server video langsung yang digunakan banyak jaringan berita.
Layanan NIM kini diintegrasikan ke dalam Video Intelligence Framework milik Wowza yang telah diterapkan lebih dari 35.000 kali di hampir 170 negara. Integrasi tersebut memungkinkan kemampuan mendeteksi video AI secara real-time menjangkau media penyiaran hingga layanan streaming global.
