pelemahan rupiah Rp17.847Rupiah Rp17.779 per dolar AS pada Senin pagi. Pasar mencermati imbal hasil obligasi AS dan RDG BI terkait arah suku bunga.

Rupiah Rp17.779 per dolar AS pada Senin pagi, dengan pasar mencermati imbal hasil obligasi AS dan agenda RDG BI.

Rupiah Rp17.779 per dolar AS pada perdagangan Senin (21/9) pagi. Posisi itu melemah 21 poin atau 0,12 persen dari perdagangan sebelumnya.

Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar Asia menunjukkan arah yang beragam terhadap dolar AS. Yuan China dan dolar Hong Kong tercatat stabil.

Sementara itu, peso Filipina melemah 0,04 persen. Ringgit Malaysia menguat 0,12 persen, sedangkan dolar Singapura naik 0,04 persen.

Rupiah Tertekan Menjelang RDG BI

Tekanan terhadap rupiah juga muncul menjelang Rapat Dewan Gubernur BI pada Rabu. Pasar mencermati prospek kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong melihat peluang pelemahan rupiah masih terbuka. Kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi salah satu pemicunya.

Menurutnya, prospek kenaikan suku bunga The Fed dapat meningkatkan tekanan terhadap Bank Indonesia menjelang RDG. Kondisi itu membuat ruang gerak rupiah tetap terbatas.

Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan Senin.

Pergerakan Mata Uang Asia Beragam

Di kawasan Asia, yen Jepang menguat 0,07 persen. Won Korea Selatan juga terapresiasi 0,25 persen terhadap dolar AS.

Di sisi lain, mayoritas mata uang negara maju justru melemah. Euro turun 0,02 persen dan poundsterling Inggris melemah 0,04 persen.

Dolar Australia menjadi pengecualian dengan penguatan 0,03 persen. Kemudian, dolar Kanada turun 0,09 persen dan franc Swiss melemah 0,02 persen.

Yang patut dicatat, tekanan rupiah berlangsung ketika arah mata uang global tidak seragam. Karena itu, faktor eksternal tetap menjadi perhatian pasar.

Selain itu, perkembangan imbal hasil obligasi AS menjadi faktor yang ikut menentukan pergerakan rupiah. Agenda RDG BI pada Rabu turut menjadi perhatian pelaku pasar.