Distribusi BBM Medan menjadi fokus penanganan setelah pasokan ke sejumlah SPBU sempat terhambat. Polisi menyiapkan 10 personel sebagai sopir truk tangki, sementara Pertamina menambah 30 armada agar distribusi kembali lancar.
Krisis distribusi BBM di Kota Medan dan sekitarnya mendorong Polda Sumatra Utara mengambil langkah khusus. Selain menjaga keamanan, personel kepolisian turun langsung mengemudikan truk tangki untuk membantu mempercepat penyaluran bahan bakar ke berbagai SPBU.
Langkah tersebut muncul setelah rapat koordinasi antara Polda Sumut dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Dalam pembahasan itu, distribusi BBM diketahui mengalami kendala karena jumlah awak mobil tangki (AMT) berkurang.
Polda Sumut dan Pertamina Percepat Distribusi BBM
Kepala Biro Operasi Polda Sumut Kombes Dwi Tunggal Jaladri mengatakan pihaknya menyiapkan 10 anggota Polri yang memiliki pelatihan khusus untuk mengoperasikan truk tangki. Menurutnya, langkah tersebut bersifat sementara agar distribusi BBM tetap berjalan.
“Kami menyiapkan 10 personel Polri yang memiliki kualifikasi dan pelatihan khusus untuk menjadi pengemudi truk tangki sebagai pengganti sementara. Langkah ini diambil agar distribusi tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Dwi.

Selain itu, Polda Sumut mengerahkan 786 personel untuk mengamankan 325 SPBU di seluruh Sumatra Utara. Personel tersebut juga membantu mengatur arus kendaraan agar antrean tidak semakin panjang.
Sementara itu, Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi PT Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo memastikan perusahaan menambah 30 mobil tangki guna mempercepat pasokan BBM ke SPBU. Penambahan armada tersebut membutuhkan tambahan awak yang diisi personel TNI dan Polri.
Tak hanya itu, sejumlah SPBU di wilayah terdampak Kota Medan kini beroperasi selama 24 jam. Kebijakan tersebut bertujuan memberi kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh BBM.
Hari juga menegaskan stok BBM di Integrated Terminal Medan Group berada dalam kondisi aman. Di sisi lain, ia membantah isu mogok kerja awak mobil tangki yang beredar di masyarakat.
“Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi. Jika ada personel yang tidak menjalankan prosedur operasional sesuai dengan ketentuan, perusahaan akan mengambil tindakan tegas,” kata Hari.
Di luar Sumatra Utara, antrean panjang pengisian BBM juga terjadi di sejumlah daerah. Warga Bangka Belitung mengeluhkan sulit memperoleh pertalite subsidi. Salah seorang warga Sungailiat, Lukman, menilai banyak penjual pertalite membeli BBM berulang kali di berbagai SPBU sehingga memperpanjang antrean.
Selain itu, antrean biosolar subsidi masih terjadi di sejumlah SPBU di Provinsi Jambi. Banyak kendaraan yang mengantre merupakan truk pengangkut batu bara. Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah SPBU di Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
