KDKMP SendangrejoKDKMP Lamongan Jadi Terbanyak di Indonesia dengan 90 Gerai Operasional

Bahasa Kita – Kabupaten Lamongan mencatat capaian tertinggi dalam pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Indonesia. Sebanyak 90 gerai koperasi resmi mulai beroperasi dan menjadi jumlah terbanyak secara nasional hingga pertengahan Mei 2026.

Beroperasinya puluhan gerai tersebut merupakan bagian dari peresmian massal 1.061 KDKMP di seluruh Indonesia yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto secara virtual dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Program nasional tersebut diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

Di Kabupaten Lamongan, peresmian daring dipusatkan di Kelurahan Sukorejo dengan melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, dan pengelola koperasi.

Dalam sambungan virtual, Presiden Prabowo meminta seluruh koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan fokus pada kesejahteraan masyarakat desa.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih harus mampu menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi nasional.

Lamongan Catat Pembangunan KDKMP Tertinggi

Komandan Kodim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo mengatakan Lamongan saat ini menjadi daerah dengan progres pembangunan KDKMP tertinggi di Indonesia.

Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 214 gerai telah selesai dibangun sepenuhnya.

Dari jumlah tersebut, 90 gerai sudah resmi beroperasi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Kehadiran 90 KDKMP di Kabupaten Lamongan ini adalah langkah nyata dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan dari akar rumput,” ujar Letkol Inf Deni.

Ia menegaskan Kodim 0812 Lamongan bersama Forkopimda akan terus mengawal operasional koperasi agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Yang jadi sorotan, pemerintah daerah menargetkan pembangunan koperasi terus bertambah hingga akhir Juli mendatang.

Target kita sampai akhir Juli nanti ada 329 gerai yang terbangun,” katanya.

Dalam perkembangan selanjutnya, Lamongan juga menyiapkan 20 gerai sebagai mockup atau percontohan tingkat kabupaten.

Gerai percontohan tersebut diproyeksikan menjadi model pengelolaan koperasi desa yang bisa diterapkan di wilayah lain.

Pembangunan KDKMP Ditargetkan Capai 329 Gerai

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, total KDKMP yang direncanakan mencapai 474 unit.

Sementara itu, pembangunan fisik tahap awal ditargetkan sebanyak 329 gerai.

Rinciannya, sebanyak 214 gerai sudah selesai dibangun, 102 gerai masih dalam tahap pembangunan, dan 158 gerai belum memulai proses pembangunan.

Di sisi lain, terdapat 12 desa yang hingga kini masih menghadapi kendala lahan untuk pembangunan koperasi.

Kendati demikian, pemerintah daerah tetap optimistis target pembangunan bisa tercapai sesuai jadwal.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyebut daerahnya siap menjalankan program pemerintah pusat secara maksimal.

Ini merupakan satu percontohan dan sudah ada 214 gerai yang siap terbangun dan mulai dioperasionalkan tahun ini,” ujar Yuhronur.

Ia mengatakan sebagian gerai lainnya masih dalam proses pembangunan dan persiapan lahan.

KDKMP Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Program KDKMP tidak hanya difokuskan pada aktivitas perdagangan kebutuhan pokok masyarakat.

Lebih jauh, koperasi desa tersebut diproyeksikan menjadi pusat distribusi pangan dan pemberdayaan UMKM desa.

Dalam kerangka itu, koperasi juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru berbasis masyarakat lokal.

Program KDKMP sendiri diproyeksikan menjadi tulang punggung ekonomi di masa depan, mulai dari distribusi pangan, pemberdayaan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja baru berbasis masyarakat desa dan kelurahan,” kata Yuhronur.

Secara faktual, percepatan pembangunan KDKMP di Lamongan menjadi salah satu daerah dengan implementasi program ekonomi desa paling cepat di Indonesia saat ini.