Ekbis

Promo Dompet Digital Masih Jadi Daya Tarik Utama

promo dompet digital
promo dompet digital

Riset MarkPlus E-Wallet Research 2026 yang dirilis akhir Oktober 2026 mencatat promosi dan cashback masih menjadi faktor penting bagi 51,3 persen pengguna dompet digital di Indonesia. QRIS mendominasi transaksi dengan 85,3 persen responden menjadikannya fitur utama, sementara ShopeePay memimpin penggunaan keseluruhan sebesar 40 persen.

Persaingan ketat di industri dompet digital Indonesia terus mengandalkan penawaran promo transaksi murah untuk menarik dan mempertahankan pengguna. Temuan terbaru lembaga riset MarkPlus mengonfirmasi pola perilaku konsumen yang semakin selektif dalam memilih layanan pembayaran digital berdasarkan insentif langsung.

Riset bertajuk E-Wallet Research 2026: Usage Behavior & QRIS Landscape melibatkan 400 responden di berbagai kota. Hasilnya menunjukkan 90,3 persen responden telah menggunakan dompet digital lebih dari dua tahun. Adopsi yang matang ini membuat ekspektasi terhadap manfaat finansial semakin tinggi.

QRIS menjadi fitur paling sering digunakan dengan porsi 85,3 persen. Transfer uang ke rekening bank atau sesama dompet digital menempati posisi kedua sebesar 77,3 persen. Belanja daring mencapai 70,8 persen dan pembelian produk digital 69 persen.

Promosi Masih Jadi Penentu Pilihan Dompet Digital

Di antara pengguna QRIS, kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi pertimbangan utama bagi 80,8 persen responden. Luasnya jaringan merchant dipilih 54,4 persen, sedangkan promosi dan cashback memengaruhi 51,3 persen. Angka tersebut menegaskan bahwa transaksi digital murah tetap relevan di tengah tekanan daya beli masyarakat.

Chief Marketing Officer MarkPlus Corp Yosanova Savitry menyatakan bahwa promosi tetap berperan dalam menarik minat konsumen. Promosi tetap berperan dalam menarik minat konsumen meskipun faktor kemudahan dan jaringan merchant juga semakin diperhitungkan.

ShopeePay dinilai paling banyak menawarkan promosi oleh 56,8 persen responden. GoPay menyusul dengan 33,5 persen, DANA 4,8 persen, dan OVO 2 persen. Keunggulan ini turut mendorong ShopeePay menduduki posisi teratas dalam frekuensi penggunaan sebesar 40 persen, diikuti GoPay 34,3 persen, DANA 15,3 persen, dan OVO 1,8 persen.

Pada indikator rekomendasi merek, ShopeePay unggul dengan 38 persen. GoPay memperoleh 35,5 persen, DANA 13,8 persen, LinkAja 2,5 persen, dan OVO 1,8 persen. Data tersebut mencerminkan hubungan erat antara frekuensi penawaran promo dan loyalitas pengguna.

Dampak Promo terhadap Perilaku Konsumen

Konsumen secara aktif membandingkan penawaran antar aplikasi sebelum melakukan transaksi. Banyak pengguna mengandalkan voucher diskon dan cashback untuk menekan pengeluaran harian, terutama untuk pesanan makanan dan belanja kebutuhan pokok. Pola ini terlihat jelas dalam laporan terpisah mengenai perilaku berburu diskon di ekosistem digital.

Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital pada triwulan II 2026 mencapai 16,07 miliar transaksi, tumbuh 36,88 persen secara tahunan. Transaksi QRIS bahkan melonjak 100,12 persen. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan intensitas promo yang ditawarkan berbagai platform.

Integrasi antara e-commerce dan dompet digital memperkuat daya tarik promo. Pengguna mendapatkan manfaat ganda berupa diskon barang dan cashback pembayaran dalam satu transaksi. Kondisi ini mendorong platform untuk terus memperbarui program insentif secara berkala.

Beberapa bank digital dan neobank juga ikut menawarkan promo QRIS serta pembebasan biaya top up e-wallet. Program semacam ini memperluas opsi konsumen dalam mencari transaksi digital yang lebih hemat.

Persaingan Memanas di Segmen Promo dan Cashback

Persaingan tidak lagi sebatas jumlah pengguna, melainkan intensitas dan relevansi promo yang ditawarkan. Platform yang mampu memberikan cashback instan dan gratis biaya administrasi cenderung memperoleh perhatian lebih besar. Riset MarkPlus menunjukkan ShopeePay unggul di kategori ini, namun GoPay tetap kompetitif berkat ekosistem layanan yang terintegrasi.

Faktor keamanan dan kemudahan tetap penting, namun promo menjadi pembeda utama saat konsumen dihadapkan pada pilihan yang hampir setara. Banyak responden mengaku memilih merek tertentu hanya karena penawaran cashback yang sedang berlaku.

Laporan dari berbagai sumber media ekonomi nasional menguatkan temuan tersebut. Promosi masih menjadi daya tarik utama dompet digital meskipun adopsi layanan sudah sangat tinggi. Konsumen yang sudah terbiasa dengan pembayaran digital tetap responsif terhadap insentif finansial langsung.

Ke depan, keberhasilan platform akan ditentukan oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara agresivitas promo dan keberlanjutan bisnis. Pengguna menginginkan transaksi yang tidak hanya cepat dan mudah, tetapi juga benar-benar lebih murah dibandingkan metode pembayaran lain.

Data MarkPlus dan catatan Bank Indonesia memberikan gambaran jelas mengenai arah industri. Promo dompet digital tetap menjadi senjata utama dalam memperebutkan pangsa pasar transaksi harian masyarakat Indonesia hingga akhir 2026.