Harga EmasHarga Emas

Bahasa Kita – Rusia mulai menjual cadangan emas dalam jumlah besar di tengah tekanan ekonomi akibat perang Ukraina. Penurunan cadangan emas negara tersebut menjadi yang terbesar sejak 2002.

Dikutip dari Kitco, Bank Sentral Rusia mencatat cadangan emas per 1 Mei 2026 turun menjadi 73,9 juta ons troi.

Dalam satu bulan terakhir, Rusia tercatat melepas sekitar 200 ribu ons emas. Secara total, penurunan sejak awal tahun mencapai sekitar 900 ribu ons atau setara 27,9 ton.

Yang kerap luput diperhatikan, Rusia selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu pembeli emas terbesar dunia untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

Namun pada kenyataannya, tekanan ekonomi dan sanksi internasional memaksa Rusia mengubah strategi pengelolaan cadangan devisa.

Cadangan Emas Rusia Tertekan Defisit Anggaran

Analis Freedom Finance Global Natalia Milchakova mengatakan penjualan emas dilakukan untuk membantu menutup defisit anggaran pemerintah Rusia.

Menurutnya, defisit anggaran Rusia hingga akhir Maret 2026 mencapai 4,6 triliun rubel.

Tanpa dukungan dari bank sentral di tengah lemahnya pendapatan minyak dan gas, defisit anggaran bisa melampaui 5 triliun rubel,” ujar Milchakova.

Dalam sudut pandang ini, cadangan emas menjadi salah satu sumber likuiditas penting saat pendapatan energi Rusia melemah.

Di sisi lain, Rusia juga disebut menggunakan penjualan emas untuk memperkuat cadangan devisa asing, terutama yuan China.

Hal ini terjadi karena pendapatan ekspor Rusia pada awal tahun mengalami tekanan cukup besar.

Transaksi Emas Rusia Naik Lebih 350 Persen

Tekanan ekonomi ternyata memicu lonjakan permintaan emas di dalam negeri Rusia. Data Moscow Exchange menunjukkan volume transaksi emas pada April meningkat lebih dari 350 persen dibandingkan tahun lalu.

Volume transaksi tercatat mencapai 42,6 ton. Sementara nilai transaksi emas melonjak hampir 500 persen menjadi 534,4 miliar rubel atau sekitar US$7,1 miliar.

Dalam praktiknya, emas masih dianggap sebagai aset aman saat kondisi ekonomi global tidak stabil.

Analis Finam Nikolai Dudchenko menilai banyak bank sentral negara berkembang mulai menjual emas untuk membiayai kebutuhan fiskal, pengeluaran pertahanan, dan menjaga stabilitas mata uang.

Artinya, fenomena penjualan emas tidak hanya terjadi di Rusia. Namun lebih jauh, langkah serupa mulai terlihat di sejumlah negara berkembang lain.

Harga Emas Global Masih Menguat

Meski cadangan emas Rusia menyusut, nilai total kepemilikan emas negara tersebut justru meningkat karena harga emas dunia masih tinggi.

Pada Januari 2026, nilai cadangan emas Rusia naik 23 persen menjadi US$402,7 miliar setelah harga emas mencapai rekor tertinggi.

Saat berita ini ditulis, harga emas menguat tipis 0,09 persen ke level US$4.573,95 per ons troi.

Dalam sebulan terakhir, harga emas memang turun 2,26 persen. Kendati demikian, harga emas masih 36,78 persen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Harga emas bahkan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$5.608,35 per ons troi pada Januari 2026.

Pada saat bersamaan, ekspor emas Rusia ke China juga meningkat hampir dua kali lipat sepanjang semester pertama 2025.

Secara faktual, Rusia masih menjadi produsen emas terbesar kedua dunia setelah China dengan produksi lebih dari 300 ton per tahun.