Wakil Walikota Bandung ErwinErwin mengaku tak dilibatkan urusan Pemkot Bandung sejak dilantik. Ia menyebut belum pernah diajak membahas APBD, program kerja.

Erwin mengaku tak dilibatkan dalam urusan Pemkot Bandung sejak menjabat sebagai Wakil Wali Kota. Ia menyatakan belum pernah diajak membahas program kerja, APBD, hingga rotasi pejabat, meski berharap hubungan kerja dengan Wali Kota Muhammad Farhan kembali berjalan sinergis.

Erwin mengaku tak dilibatkan dalam urusan Pemkot Bandung sejak dirinya dilantik sebagai Wakil Wali Kota Bandung. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui wartawan di Balai Kota Bandung, Senin (6/7/2026), setelah proses praperadilan terkait penghentian penyidikan kasus korupsi yang melibatkannya ditolak pengadilan.

Pernyataan tersebut muncul ketika Erwin menjawab pertanyaan mengenai keterlibatannya dalam penanganan potensi kekeringan di Kota Bandung. Ia kemudian mengungkapkan bahwa selama ini dirinya tidak pernah diajak membahas berbagai agenda penting pemerintahan.

Menurut Erwin, pembahasan mengenai pergeseran anggaran, perubahan APBD, penyusunan program kerja daerah, hingga rotasi dan mutasi pejabat berlangsung tanpa melibatkan dirinya. Ia mengaku hanya sekali mengikuti rapat pimpinan dan tidak memberikan tanggapan dalam forum tersebut.

Meski demikian, Erwin berharap situasi tersebut dapat berubah. Ia ingin kembali membangun sinergi dengan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan agar dapat berbagi tugas sesuai fungsi sebagai wakil kepala daerah.

Erwin Ingin Kawal Janji Politik Bersama Wali Kota Bandung

Selain menyampaikan harapan untuk kembali terlibat dalam pemerintahan, Erwin mengaku ingin memastikan program yang dijanjikan kepada masyarakat berjalan sesuai rencana pembangunan daerah. Namun, hingga kini ia mengaku belum mengetahui perkembangan berbagai program tersebut.

Menurutnya, komunikasi dengan Wali Kota Bandung sudah beberapa kali diupayakan. Akan tetapi, pembahasan mengenai program kerja pemerintahan belum pernah benar-benar berlangsung sehingga ia memilih menjalankan tugas sesuai kewenangannya.

Erwin menjelaskan bahwa dirinya sempat dipercaya memimpin satuan tugas khusus. Dalam posisi tersebut, ia menangani berbagai persoalan, mulai dari peredaran minuman keras, reklame liar, hingga praktik prostitusi. Namun, tugas itu kemudian diserahkan kepada Sekretaris Daerah.

Di sisi lain, komunikasi terakhir dengan Muhammad Farhan terjadi saat rapat pimpinan beberapa waktu lalu. Setelah pertemuan tersebut, Erwin mengaku belum kembali berkomunikasi secara langsung dengan pasangannya di pemerintahan.

Meski mengakui jarang menerima tugas, Erwin menegaskan dirinya tetap menghormati kepemimpinan Wali Kota Bandung. Ia juga menyatakan siap menjalankan setiap amanah yang diberikan sesuai tugas dan kewenangannya sebagai Wakil Wali Kota Bandung.