Bahasa Kita – Semburan gas sempat terjadi di kawasan lampu merah Perumnas I, Kota Bekasi, Jumat (29/5/2026). Peristiwa tersebut membuat warga panik karena aroma gas menyengat tercium hingga ke area pertokoan dan permukiman sekitar.
Akibat kejadian itu, akses keluar masuk kompleks perumahan yang berada dekat lokasi sempat ditutup sementara.
Warga sekitar bernama Amanda mengatakan semburan gas muncul sekitar pukul 14.20 WIB. Saat kejadian berlangsung, ia sedang berada di bengkel yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi.
“Kebetulan bengkel cuma 10 meter dari lokasi. Untuk warga pertokoan atau yang dagang panik juga, soalnya bau gas lumayan menyengat,” kata Amanda.
Menurutnya, aroma gas bahkan masuk hingga ke dalam bangunan di sekitar lokasi kejadian.
Gas Bekasi Diduga Berasal dari Pipa Terdampak Proyek
Amanda menyebut di lokasi kejadian memang sedang berlangsung proyek drainase dan pembangunan gorong-gorong baru.
Di lapangan, alat berat jenis beko digunakan untuk membongkar jalan di sekitar area proyek.
Yang jadi sorotan, warga menduga alat berat tersebut mengenai saluran pipa gas bawah tanah hingga memicu semburan.
“Itu kan ada galian drainase bikin gorong-gorong lagi baru. Pakai beko buat ngancurin jalan, mungkin kena pipa gas,” ujarnya.
Dalam praktiknya, bau gas yang menyebar cukup kuat membuat warga dan pedagang sekitar merasa khawatir.
Tak hanya itu, akses kendaraan di sekitar Perumnas I juga mengalami gangguan akibat penutupan jalan dekat lokasi kejadian.
Akses Kompleks Sempat Lumpuh Akibat Bau Gas
Semburan gas mulai mereda sekitar pukul 16.30 WIB. Namun pada saat bersamaan, akses pintu masuk dan keluar kompleks masih belum dibuka.
Amanda mengatakan kondisi lalu lintas sempat mengalami kemacetan karena kendaraan dari dalam kompleks tidak bisa keluar.
“Jalan udah ketutup ya macet dari dalem mau keluar ngga bisa semua, sekarang masih ditutup,” katanya.
Ia menambahkan bau gas masih tercium cukup kuat meski semburan sudah berhenti.
Dalam konteks tersebut, warga memilih menjauh dari area sekitar lokasi untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
PGN Pastikan Kondisi Gas Bekasi Sudah Aman
Head PGN Bekasi, Listya, memastikan kondisi di lokasi kini sudah aman dan terkendali.
Ia mengatakan semburan gas sudah berhasil diatasi sejak Jumat sore.
“Sejak kemarin sore kondisi sudah teratasi, semburan sudah tidak ada lagi,” kata Listya saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2026).
PGN menduga insiden tersebut berkaitan dengan aktivitas pekerjaan pihak ketiga di sekitar jaringan gas bumi.
Menurutnya, setelah menerima laporan, tim operasional PGN langsung bergerak mengamankan lokasi kejadian.
“Tim operasional PGN sudah segera mengamankan area sekitar, serta melaksanakan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur keselamatan dan operasional yang berlaku,” ujarnya.
PGN memastikan langkah penanganan dilakukan sesuai prosedur keselamatan operasional.
Di sisi lain, pihak perusahaan masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Secara faktual, semburan gas sudah berhenti sejak Jumat sore. Namun aroma gas sempat bertahan beberapa waktu setelah kejadian.
Peristiwa gas Bekasi tersebut menjadi perhatian warga karena terjadi di kawasan padat aktivitas dan dekat permukiman.
Pada akhirnya, situasi berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan pengamanan area dan penanganan jaringan gas yang terdampak.
