Gelombang panas Amerika SerikatGelombang panas Amerika Serikat mengancam lebih dari 130 juta warga menjelang 4 Juli. Suhu ekstrem, kelembapan tinggi, dan risiko kebakaran.

Gelombang panas Amerika Serikat diperkirakan meluas sepanjang pekan menjelang perayaan Hari Kemerdekaan 4 Juli. Lebih dari 130 juta warga menghadapi suhu ekstrem yang terasa semakin panas akibat kelembapan tinggi, sementara risiko kebakaran hutan ikut meningkat di wilayah barat.

Gelombang panas Amerika Serikat diprediksi melanda sebagian besar wilayah tengah dan timur negara itu selama beberapa hari ke depan. National Weather Service (NWS) memperingatkan suhu udara akan terus meningkat dengan tingkat kelembapan tinggi yang membuat kondisi terasa jauh lebih panas dibandingkan suhu sebenarnya.

Peringatan tersebut muncul menjelang libur nasional Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli. Akibatnya, jutaan warga yang beraktivitas di luar ruangan berpotensi menghadapi risiko kesehatan akibat paparan panas ekstrem.

Secara faktual, lebih dari 130 juta penduduk di wilayah selatan dan Great Plains telah berada dalam kategori risiko panas sedang hingga tinggi. Dalam beberapa hari mendatang, cakupan wilayah tersebut diperkirakan semakin luas seiring naiknya temperatur.

Suhu Lebih dari 38 Derajat Celsius Diperkirakan Meluas

Sejumlah kawasan seperti Phoenix, Texas bagian tengah, dan sebagian besar wilayah barat daya sudah mencatat suhu sekitar 38 derajat Celsius atau 100 derajat Fahrenheit pada akhir pekan.

Sementara itu, prakirawan cuaca memperkirakan suhu di kawasan Great Lakes bagian selatan, Lembah Mississippi, Lembah Ohio, hingga wilayah Mid-Atlantic akan bertahan di kisaran lebih dari 37 derajat Celsius selama beberapa hari berturut-turut.

Bahkan, beberapa daerah berpotensi mencetak rekor suhu tertinggi baru pada pekan ini. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi dari kawasan Great Lakes hingga New England.

Kota-Kota Besar Diprediksi Mengalami Hari Terpanas Tahun Ini

Gelombang panas diperkirakan berdampak pada sejumlah kota besar yang tengah menggelar pertandingan Piala Dunia 2026 maupun berbagai perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat.

Kota New York, Philadelphia, Washington, Baltimore, Chicago, Indianapolis, St. Louis, Detroit, Dallas, Little Rock, dan Memphis termasuk wilayah yang diperkirakan mengalami suhu tertinggi sepanjang tahun.

Selain suhu udara yang tinggi, kelembapan juga meningkat signifikan. Dampaknya, indeks panas diperkirakan mencapai 38 hingga 43 derajat Celsius, bahkan dapat menyentuh sekitar 46 derajat Celsius di beberapa lokasi.

Kelembapan Tinggi Memperbesar Risiko Gangguan Kesehatan

Menurut prakirawan cuaca, kombinasi suhu tinggi dan kelembapan membuat tubuh lebih sulit mendinginkan diri. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kelelahan akibat panas hingga serangan heatstroke.

Yang menjadi sorotan, suhu malam hari juga diperkirakan tetap tinggi sehingga tubuh tidak memperoleh waktu yang cukup untuk pulih. Di sejumlah kota pesisir timur, suhu minimum bahkan diperkirakan tidak turun di bawah 26 derajat Celsius.

Dalam praktiknya, kondisi tersebut dapat memengaruhi seluruh kelompok masyarakat, bukan hanya lansia, anak-anak, atau pekerja luar ruangan.

Risiko Kebakaran Hutan Ikut Meningkat di Wilayah Barat

Di sisi lain, National Weather Service juga mengingatkan munculnya ancaman kebakaran hutan di wilayah barat Amerika Serikat. Cuaca panas, angin kencang, dan kelembapan rendah menciptakan kondisi yang mendukung penyebaran api secara cepat.

Aktivitas kebakaran dilaporkan meningkat di Utah, Colorado, Arizona, dan beberapa wilayah lain. Dalam salah satu insiden di perbatasan Colorado-Utah, tiga petugas pemadam kebakaran dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak kobaran api, sementara dua petugas lainnya mengalami luka bakar.

Selain itu, sistem tekanan udara tinggi yang dikenal sebagai heat dome diperkirakan membatasi pembentukan hujan di banyak wilayah timur Amerika Serikat. Akibatnya, suhu panas dapat bertahan lebih lama dan memperburuk kondisi kekeringan.

National Weather Service mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta memanfaatkan ruangan berpendingin udara selama periode suhu ekstrem berlangsung.