Gen Z lebih sehatGen Z lebih sehat menurut sejumlah riset kebiasaan olahraga, pola makan sehat, penggunaan teknologi kebugaran, kepedulian terhadap kesehatan.

Gen Z dinilai lebih sehat dibanding generasi sebelumnya berkat kebiasaan berolahraga, menjaga pola makan, hingga lebih peduli terhadap kesehatan mental. Sejumlah riset menunjukkan perubahan gaya hidup ini didukung oleh pemanfaatan teknologi dan kesadaran kesehatan yang lebih tinggi.

Gen Z dinilai lebih sehat dibanding generasi sebelumnya berdasarkan sejumlah riset yang menyoroti perubahan gaya hidup anak muda saat ini. Meski predikat tersebut tidak bersifat mutlak, berbagai penelitian menunjukkan generasi ini lebih sadar menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Salah satu indikatornya adalah kebiasaan menghindari rokok dan minuman beralkohol. Berdasarkan laporan Henry Ford Health, tingkat merokok dan konsumsi alkohol di kalangan Gen Z lebih rendah dibanding generasi lain.

Selain itu, riset True Health menyebut sekitar satu dari tiga anggota Gen Z memilih tidak mengonsumsi alkohol karena mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan. Sebagai gantinya, mereka lebih sering memilih functional beverages seperti minuman prebiotik dan elektrolit. Sebagian juga menerapkan kebiasaan zebra striping, yaitu menyelingi minuman beralkohol dengan minuman nonalkohol.

Lima Kebiasaan Gen Z yang Mendukung Gaya Hidup Lebih Sehat

Secara faktual, sejumlah penelitian menemukan beberapa kebiasaan yang membedakan Gen Z dari generasi sebelumnya.

  • Lebih jarang merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Lebih rutin berolahraga serta aktif mengunjungi pusat kebugaran.
  • Memanfaatkan aplikasi kebugaran dan health tracker untuk memantau kondisi tubuh.
  • Lebih selektif memilih makanan dengan mempertimbangkan bahan alami, keberlanjutan, serta aspek etis.
  • Lebih terbuka membahas kesehatan mental dan menyediakan waktu lebih banyak untuk self care.

Data Statista juga menunjukkan Gen Z menjadi generasi yang paling rutin berolahraga. Sementara itu, riset True Health mencatat 66 persen Gen Z menggunakan aplikasi kebugaran atau perangkat pemantau kesehatan untuk menjaga konsistensi aktivitas fisik.

Di sisi lain, pola makan mereka juga mengalami perubahan. Berdasarkan riset Glanbia Nutrition, Gen Z tidak hanya memperhatikan kandungan bahan alami, tetapi juga lebih peduli terhadap isu keberlanjutan dan dampak sosial dari produk yang dikonsumsi.

Yang menjadi sorotan, sebanyak 37 persen Gen Z mengaku memperbaiki pola tidur dalam setahun terakhir. Selain itu, 35 persen meningkatkan intensitas olahraga, sedangkan 27 persen mengubah pola makan agar lebih sehat. Bahkan, riset True Health menunjukkan 65 persen Gen Z ingin menjalani pola makan yang lebih plant-forward, sementara 80 persen di antaranya memilih tidak mengonsumsi daging setidaknya satu hari setiap pekan.

Meski demikian, Henry Ford Health mengingatkan masih ada tantangan kesehatan lain, yaitu tingginya penggunaan vape di kalangan Gen Z. Banyak anak muda menganggap rokok elektrik lebih aman dibanding rokok tembakau, padahal tetap berisiko terhadap kesehatan paru-paru.