Gunung Padang Cianjur

Gunung Padang Cianjur: Situs Megalitikum dan Doa Lintas Spiritual

Bahasa Kita – Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara ini tidak hanya dikenal sebagai destinasi sejarah, tetapi juga menjadi lokasi kegiatan doa lintas spiritual yang menyoroti kesadaran manusia terhadap lingkungan.

Apa Keistimewaan Gunung Padang sebagai Situs Megalitikum?

Secara faktual, Gunung Padang merupakan kompleks punden berundak yang tersusun dari batu andesit. Situs ini berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, dan dikenal sebagai peninggalan purbakala dengan struktur bertingkat.

Kompleks ini terdiri dari lima teras. Setiap teras diyakini memiliki fungsi tersendiri dalam aktivitas spiritual masyarakat prasejarah. Untuk mencapai bagian puncak, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga batu.

Di sisi lain, panorama pegunungan yang masih asri menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman di lokasi ini.

Yang kerap menjadi perhatian adalah dugaan usia situs ini. Sejumlah penelitian menyebutkan Gunung Padang bisa lebih tua dibandingkan kompleks piramida di Mesir. Meski masih diperdebatkan, hal ini menambah daya tariknya sebagai situs penuh misteri.

Doa Lintas Spiritual di Gunung Padang

Pada momentum Hari Bumi, berbagai elemen berkumpul di kawasan ini. Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia bersama komunitas lintas agama dan pegiat lingkungan menggelar doa bersama.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat simbolik. Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia, Dar Edi Yoga, menegaskan adanya pesan mendalam di balik kegiatan tersebut.

Dar Edi Yoga
Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia, Dar Edi Yoga

Kami tidak datang untuk meminta, tetapi untuk bersujud dalam syukur dan kesadaran. Bumi ini bukan untuk dieksploitasi tanpa batas, tetapi untuk dijaga. Ini adalah seruan tobat ekologis,” ujarnya.

Sejumlah tokoh turut hadir, termasuk perwakilan PWI Pusat dan organisasi keagamaan. Kehadiran mereka menunjukkan keterlibatan lintas sektor dalam isu lingkungan.

Pesan Ekologis dan Spiritualitas dalam Kegiatan

Dalam sudut pandang ini, kegiatan di Gunung Padang menyoroti hubungan antara manusia dan alam. Dar Edi Yoga menilai kerusakan lingkungan tidak hanya persoalan teknis, tetapi juga berkaitan dengan sikap manusia.

Romo Asun Gotama
Wakil Sekjen WALUBI, Romo Asun Gotama

Jika manusia lupa cara menghormati bumi, maka alam akan mengingatkan dengan caranya sendiri,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Sekjen WALUBI, Romo Asun Gotama, menekankan pentingnya kesadaran batin dalam menjaga alam.

Dalam ajaran Buddha, harmoni dengan alam adalah bagian dari praktik kebijaksanaan. Ketika manusia hidup dengan kesadaran, welas asih, dan tidak serakah, maka alam pun akan terjaga,” ujarnya.

Gunung Padang dipilih sebagai lokasi karena dinilai sebagai ruang refleksi peradaban. Tempat ini dianggap mampu menghubungkan manusia dengan nilai dasar kehidupan dan keseimbangan alam.

Dalam praktiknya, kegiatan ini memperlihatkan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak hanya mengandalkan kebijakan dan teknologi, tetapi juga melibatkan dimensi spiritual.