Hiburan

Merah Sebelum Fajar Garin Nugroho Bersaing di TIFF 2026

Film Merah Sebelum Fajar
Film Merah Sebelum Fajar

Film Merah Sebelum Fajar karya Garin Nugroho menjalani pemutaran perdana dunia di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39, Selasa (27/10/2026). Drama sejarah berlatar tahun 1946 itu menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan bersaing bersama 14 film lain di kompetisi utama.

Garin Nugroho hadir di karpet merah festival pada Senin (26/10/2026), sehari sebelum pemutaran perdana. Ia datang bersama empat pemain, yakni Nicholas Saputra, Laura Basuki, Tissa Biani, dan Nagra Pakusadewo. Medcom.id mencatat momen itu dari unggahan Instagram pribadi sang sutradara. Nicholas Saputra juga merangkap sebagai produser film tersebut.

Merah Sebelum Fajar Menggelar Pemutaran Perdana di Tokyo

Pemutaran perdana berlangsung di Hulic Hall Tokyo. Seusai penayangan, Garin dan para pemain melayani sesi tanya jawab bersama penonton. Garin sempat menangis ketika berbicara di hadapan hadirin, menurut laporan. Kantor berita itu menyebut film tersebut lahir dari kegelisahan sang sutradara terhadap berbagai kekerasan di Indonesia dan dunia.

Saat mengumumkan seleksi film ini pada Jumat (2/10/2026), Garin menyampaikan rasa senangnya. "Saya senang film ini akan bertemu penonton untuk pertama kalinya di Tokyo," ujar Garin kepada Media.

Sebelum festival dimulai, aktris Tissa Biani membagikan tampilan awal film ini pada 23 September 2026. Tampilan itu memperkenalkan latar tahun 1946 dan keterlibatan Nicholas Saputra kepada publik.

Kisah Merah Sebelum Fajar di Awal Kemerdekaan

Film ini mengambil latar Indonesia pada 1946, setahun setelah proklamasi kemerdekaan. Cerita mengikuti lima tokoh yang menghadapi bahaya medan konflik. Selain itu, intrik dan kecurigaan dari sesama pejuang revolusi turut menguji perjalanan mereka, menurut Harapan Rakyat. Garin memilih periode awal kemerdekaan itu sebagai pusat cerita.

Dirmawan Hatta menulis skenario bersama Garin. Barisan pemainnya mencakup Nicholas Saputra, Laura Basuki, Bront Palarae, Tissa Biani, dan Nagra Pakusadewo. Dalam keterangannya, Garin berharap penonton Jepang dapat melihat sisi sejarah Indonesia yang belum banyak diketahui. Bahkan masyarakat Indonesia sendiri belum mengenal sisi itu secara luas.

Persaingan di Kompetisi Utama TIFF ke-39

TIFF termasuk festival film terbesar di Asia dan telah berlangsung sejak 1985. Penyelenggara menggelar edisi ke-39 pada 26 Oktober hingga 4 November 2026. Dalam kompetisi utama, film Garin menjadi satu dari 15 judul yang lolos dari banyak pendaftar di seluruh dunia.

Partisipasi itu membuka kesempatan bagi film Indonesia untuk tampil di hadapan juri dan pencinta sinema berbagai negara, kata Radar Solo. Tokyo juga menjadi lokasi pertama penonton menyaksikan film ini.

Para peserta memperebutkan enam penghargaan, mulai dari Tokyo Grand Prix hingga penghargaan kontribusi artistik terbaik, menurut Radar Solo. Hingga Sabtu (31/10/2026), festival masih berjalan dan hasil penjurian belum diketahui publik. Soal peluang menang, Garin menekankan prioritasnya pada mutu karya. "Ya tidak, kalau bikin film yang penting bikin film yang bagus," ujarnya saat ditemui di karpet merah TIFF 2026.

Sikap itu sejalan dengan pernyataannya kepada Media bahwa kemenangan di TIFF bukan tujuan utama dalam berkarya. Pernyataan tersebut muncul pada Senin (26/10/2026), saat Garin hadir di karpet merah.

Rekam Jejak Garin Nugroho di Festival Internasional

Garin bukan nama baru di Tokyo. Pada TIFF 1988, ia meraih penghargaan Special Jury Prize lewat film Daun di Atas Bantal, menurut catatan ANTARA. Sutradara kelahiran Yogyakarta itu juga dikenal lewat karya seperti Opera Jawa dan Kucumbu Tubuh Indahku.

Media Indonesia menyebut kehadiran film ini diharapkan memperkuat posisi sinema Indonesia di panggung global. Film bertema sejarah perjuangan ini menawarkan pendekatan artistik khas Garin kepada penonton internasional.

Jadwal Rilis di Bioskop Indonesia

Usai pemutaran di Tokyo, film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 21 Januari 2027. Kompas melaporkan jadwal itu pada Rabu (28/10/2026) bersamaan dengan kabar pemutaran perdana. Penonton Tanah Air dapat menyaksikan karya tersebut sekitar tiga bulan setelah penayangan di Jepang.

Dengan demikian, Merah Sebelum Fajar kini memasuki fase penentuan di Tokyo sambil menanti penayangan domestik. Hasil penjurian TIFF ke-39 akan menentukan capaian karya terbaru Garin Nugroho di festival tersebut.