Investasi venue konser menjadi pembahasan Kementerian Pariwisata bersama Danantara untuk menambah fasilitas penyelenggaraan musik di Indonesia. Langkah ini disiapkan sebagai respons atas kebutuhan promotor terhadap lokasi konser berkapasitas besar.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan pemerintah membahas peluang investasi pembangunan venue konser bersama CEO Danantara. Pembicaraan tersebut bertujuan memperkuat infrastruktur penyelenggaraan pertunjukan musik di Indonesia.
Widiyanti mengatakan kebutuhan pembangunan venue konser muncul setelah adanya masukan dari asosiasi promotor yang menilai ketersediaan lokasi pertunjukan berskala besar masih terbatas.
Venue Konser Baru Masuk Pembahasan Investasi
Menurut Widiyanti, pemerintah telah berdiskusi dengan Danantara mengenai peluang investasi untuk membangun tempat konser yang dapat mendukung penyelenggaraan berbagai acara musik di masa mendatang.
“Kami juga berbicara dengan CEO Danantara untuk investasi di venue untuk konser terutama,” ujar Widiyanti usai Konferensi Pers Update Program Prioritas/PHTC serta Peningkatan Daya Saing Pariwisata Nasional di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Sementara itu, Jakarta saat ini memiliki fasilitas berkapasitas besar seperti Gelora Bung Karno (GBK) dan Jakarta International Stadium (JIS). Namun, menurutnya, penggunaan GBK masih harus berbagi dengan agenda olahraga sehingga kebutuhan venue khusus konser dinilai semakin penting.
Di sisi lain, JIS sudah dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan pertunjukan musik. Meski begitu, akses menuju kawasan tersebut serta kepadatan lalu lintas masih menjadi tantangan yang perlu terus dibenahi.
Widiyanti menyebut pemerintah daerah telah mulai melakukan penataan agar persoalan kemacetan di sekitar JIS dapat berkurang sehingga penyelenggaraan acara menjadi lebih nyaman bagi pengunjung.
Selain membahas pembangunan venue, Kementerian Pariwisata juga berupaya menyederhanakan proses perizinan kegiatan agar penyelenggaraan acara berlangsung lebih cepat dan efisien.
Menurut Widiyanti, berbagai kegiatan berskala besar memberikan dampak terhadap perkembangan destinasi wisata. Tak hanya itu, penyelenggaraan acara juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat, pelaku usaha, serta seniman di berbagai daerah.
Karena itu, Kementerian Pariwisata terus mendukung penguatan ekosistem industri acara melalui program Event by Indonesia dan Karisma Event Nusantara (KEN) sebagai bagian dari peningkatan daya saing sektor pariwisata nasional.
