Pengangkatan Komisaris PTPP, Aisyah ZakiyyahPengangkatan Komisaris PTPP terhadap Aisyah Zakkiyah menjadi sorotan. PTPP menegaskan keputusan berasal dari RUPS.

Pengangkatan Komisaris PTPP menjadi perhatian publik setelah Aisyah Zakkiyah masuk jajaran Dewan Komisaris. Perseroan menegaskan keputusan tersebut merupakan kewenangan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai aturan yang berlaku.

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memberikan penjelasan terkait pengangkatan Aisyah Zakkiyah sebagai anggota Dewan Komisaris yang belakangan ramai menjadi pembahasan di media sosial.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menegaskan bahwa penetapan anggota Dewan Komisaris sepenuhnya menjadi kewenangan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Menurutnya, perseroan hanya menjalankan keputusan yang telah ditetapkan para pemegang saham.

Secara faktual, usulan tersebut berasal dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna melalui BP BUMN serta Pemegang Saham Pengendali, yakni Danantara Indonesia. Karena itu, susunan Dewan Komisaris yang berlaku merupakan hasil keputusan resmi RUPS.

PTPP Tegaskan Pengangkatan Komisaris Sesuai Hasil RUPS

Joko menjelaskan perseroan melaksanakan seluruh keputusan RUPS sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan. Dengan kata lain, mekanisme pengangkatan komisaris telah mengikuti prosedur yang berlaku.

Sementara itu, nama Aisyah Zakkiyah menjadi sorotan setelah sejumlah unggahan di media sosial mempertanyakan kesesuaian pengalaman profesionalnya dengan sektor konstruksi. Selain itu, muncul pula klaim yang mengaitkan dirinya sebagai kerabat Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang membuktikan klaim mengenai hubungan keluarga tersebut. Karena itu, informasi tersebut belum memperoleh konfirmasi dari pihak berwenang.

Aisyah resmi menjabat sebagai Komisaris PTPP melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang berlangsung pada 19 Mei 2026. Dalam perubahan susunan pengurus itu, ia menggantikan Ernadhi Sudarmanto.

Berdasarkan profil perseroan, Aisyah merupakan lulusan Kimia Terapan dan Biokimia Gunma University, Jepang, pada 2015. Selanjutnya, ia meraih gelar Magister Komunikasi Internasional dari Macquarie University, Sydney, pada 2018.

Dalam perjalanan kariernya, Aisyah pernah menjadi Sales Division Team Leader PT Toyota Tsusho Systems Indonesia pada 2023–2024. Tak hanya itu, ia juga menjabat Director and Strategic Planner PT Lumintoo Sukses Incomso pada 2024–2025.

Pada 2025, Aisyah bergabung di Kementerian Pekerjaan Umum sebagai Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Kementerian PU.

Yang menarik, perhatian publik terhadap posisi komisaris BUMN bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris PT Krakatau Posco juga memunculkan sorotan terkait latar belakang dan rekam jejaknya. Akibatnya, mekanisme pengangkatan komisaris di perusahaan BUMN dan anak usahanya kembali menjadi perhatian publik.