SPMB JatengSPMB Jawa Tengah

Bahasa Kita – Dinas Pendidikan Jawa Tengah resmi menyiapkan pelaksanaan SPMB Jateng 2026 untuk jenjang SMA Negeri dan SMK Negeri. Seleksi penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027 akan dimulai pada Juni mendatang dengan sistem pendaftaran online.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, mengatakan seluruh proses seleksi dilakukan secara serentak melalui laman spmb.jatengprov.go.id.

Kegiatan ini tahun ini akan dibuka pada 3 Juni 2026,” kata Sunarto.

Pada tahun ini, jumlah lulusan SMP dan sederajat di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 567.500 siswa. Sementara total daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri tersedia sebanyak 231.399 kursi.

Tahapan Pendaftaran SPMB Jateng 2026

Tahapan pertama dalam SPMB Jateng 2026 dimulai dengan pembuatan akun pada 3-12 Juni 2026.

Setelah itu, calon peserta didik wajib mengikuti proses verifikasi berkas dan aktivasi akun mulai 4-13 Juni 2026.

Pendaftaran sekolah serta pemilihan jalur seleksi dibuka pada 15-18 Juni 2026. Pada periode tersebut, peserta masih diperbolehkan melakukan perubahan pilihan sekolah.

Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026. Sementara awal tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2026.

Dalam praktiknya, seluruh proses dilakukan secara online agar lebih mudah diakses masyarakat di berbagai daerah.

Dinas Pendidikan Jawa Tengah juga menyediakan posko layanan dan call center untuk membantu calon peserta didik selama proses pendaftaran berlangsung.

Kuota Jalur SMA dan SMK Negeri Tahun 2026

SPMB Jateng 2026 untuk SMA Negeri dibagi menjadi empat jalur penerimaan dengan komposisi kuota berbeda.

Jalur domisili mendapatkan kuota minimal 33 persen. Sementara itu, jalur afirmasi memperoleh minimal 32 persen dan jalur prestasi minimal 30 persen.

Adapun jalur mutasi mendapatkan kuota maksimal sebesar 5 persen.

Berbeda halnya dengan SMK Negeri yang lebih memprioritaskan jalur prestasi. Kuota jalur prestasi di SMK mencapai minimal 75 persen.

Selain itu, SMK Negeri menyediakan jalur afirmasi minimal 15 persen dan jalur domisili terdekat maksimal 10 persen.

Yang menarik, jalur domisili khusus diterapkan bagi kecamatan yang belum memiliki SMA Negeri atau SMK Negeri.

Kebijakan tersebut juga berlaku bagi desa tempat berdirinya sekolah di atas lahan tanah kas desa.

Pemprov Jateng Perluas Akses Pendidikan Gratis

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melanjutkan Program Sekolah Kemitraan bersama sekolah swasta untuk siswa dari keluarga kurang mampu.

Program tersebut diperuntukkan bagi calon murid kategori Desil 1 sampai Desil 4 pada DTSEN.

Tahun ini terdapat 139 SMA dan SMK swasta yang bergabung dalam program tersebut dengan total daya tampung 5.004 kursi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menanggung biaya pendidikan sebesar Rp2 juta per siswa setiap tahun.

Sunarto menegaskan sekolah yang tergabung dalam program kemitraan dilarang memungut biaya tambahan dari siswa.

Selain itu, Dinas Pendidikan Jawa Tengah juga masih membuka pendaftaran tiga SMK boarding di Semarang, Pati, dan Purbalingga serta 15 SMK semi boarding.

Total kuota untuk sekolah boarding dan semi boarding tersebut mencapai 759 kursi.