Kepala BGN Nanik Deyang resmi mengundurkan diri setelah kondisi jantungnya memburuk. Sebelum mundur, ia mencatat sejumlah langkah pembenahan, termasuk menutup 414 dapur bermasalah dan menghentikan potensi kebocoran anggaran.
Kepala BGN Nanik Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah kondisi kesehatan jantungnya memburuk. Presiden Prabowo Subianto menyetujui pengunduran diri tersebut usai menerima pamitan langsung dari Nanik di Istana Negara pada Rabu (22/7/2026).
Nanik mengungkapkan dirinya akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Ia menegaskan keputusan tersebut bukan karena meragukan kemampuan dokter di Indonesia, melainkan untuk memperoleh second opinion berdasarkan rekomendasi yang diterimanya.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Nanik menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden karena tidak dapat melanjutkan tugas sebagai Kepala BGN. Namun, Presiden tetap memintanya ikut mengawasi perjalanan lembaga tersebut setelah proses pengobatan.
Nanik Deyang Tinggalkan Sejumlah Pembenahan di BGN
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, membenarkan pengunduran diri Nanik. Menurutnya, Nanik berpamitan kepada Presiden pada 22 Juli 2026 untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengakhiri tugas sebagai Kepala BGN.
Sementara itu, masa kepemimpinan Nanik sebagai Kepala BGN berlangsung sekitar satu setengah bulan sejak pelantikannya pada 2 Juni 2026. Sebelumnya, ia menjabat Wakil Kepala BGN sejak 17 September 2025.
Dalam periode singkat tersebut, Nanik menjalankan evaluasi menyeluruh terhadap hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Selanjutnya, BGN mengelompokkan sekitar 3.000 dapur penyedia ke dalam kategori mutu A, B, dan C berdasarkan standar kelayakan serta keamanan pangan.
Tak hanya itu, BGN menutup 414 unit SPPG yang dinilai bermasalah. Langkah tersebut menghentikan potensi kebocoran anggaran hingga ratusan miliar rupiah. Selain itu, lembaga juga menerapkan moratorium pembangunan dapur baru di wilayah yang telah memiliki kapasitas memadai.
Menurut Dirgayuza, Presiden menilai Nanik berhasil meletakkan fondasi pembenahan tata kelola BGN dalam waktu singkat. Karena itu, meski tidak lagi memimpin secara eksekutif, Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan memproyeksikan Nanik sebagai Ketua Dewan Pengawas agar tetap mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tanpa terbebani operasional harian.
