Kesehatan

Waspada DBD Musim Hujan 2026, Kemenkes Tekankan 3M Plus

waspada DBD musim hujan
waspada DBD musim hujan

Masyarakat di seluruh Indonesia perlu waspada DBD musim hujan mulai Sabtu (31/10/2026), ketika Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menekankan pemberantasan sarang nyamuk 3M Plus. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan meluas bertahap hingga Desember 2026, sehingga genangan tempat jentik Aedes aegypti lebih mudah terbentuk.

Kemenkes menyampaikan penekanan tersebut dalam konferensi pers Dengue Awareness Campaign di Novotel Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026). Fadjar SM Silalahi dari Kemenkes menyebut gerakan 3M Plus tetap menjadi fondasi utama pengendalian dengue. Antara melaporkan, fondasi itu terutama penting saat genangan air mudah terbentuk. Kemenkes juga meminta masyarakat mengenali gejala dengue pada anak dan dewasa.

Waspada DBD Musim Hujan 2026/2027 Berdasarkan Prakiraan BMKG

BMKG memetakan awal musim hujan 2026/2027 secara bertahap. Pejabat BMKG, Marjuki, menyebut 63 zona musim masuk musim hujan pada Oktober, 185 zona pada November, dan 266 zona pada Desember. Okezone mengutip pernyataan itu pada Kamis (1/10/2026). Sebagian besar wilayah baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.

Puncak musim hujan menyusul dalam jarak yang dekat. Bisnis.com melaporkan 155 zona musim, atau 36,94 persen luas daratan Indonesia, mengalami puncak pada Desember 2026. Sebanyak 162 zona menyusul pada Januari 2027. BMKG juga memperkirakan awal musim hujan mundur di 529 zona musim atau 61,08 persen wilayah. Medcom.id menambahkan, durasi musim hujan lebih pendek di 482 zona atau 51,90 persen luas daratan. Karena awal dan puncak berdekatan, Katadata mencatat peringatan BMKG tentang risiko lonjakan curah hujan.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Radjab, menjelaskan bahwa El Nino berintensitas sangat kuat masih aktif dan bertahan hingga awal 2027. Namun, musim kemarau tetap berangsur berakhir dan beralih menuju musim hujan, ujarnya dalam konferensi pers pada Jumat (2/10/2026).

Data Kasus DBD 2026: Jawa Barat Mencatat Angka Tertinggi

Kemenkes mencatat 39.672 kasus DBD dengan 105 kematian di Indonesia hingga Mei 2026. Jawa Barat memimpin dengan lebih dari 9.000 kasus dan 36 kematian. Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, menyampaikan data itu di Jakarta, Selasa (16/6/2026). RRI melaporkan keterangan tersebut.

Prima menyebut Indonesia menempati peringkat kedua dunia untuk kasus dengue dan tertinggi di Asia Tenggara. Indonesia menyumbang sekitar tiga persen kasus global, tetapi kontribusi kematiannya mencapai 17 persen. Pemerintah menargetkan nol kematian akibat dengue pada 2030 melalui Rencana Aksi Nasional Pengendalian Demam Dengue 2026–2029.

Sebagai pembanding, detikHealth mencatat 131.393 kasus dan 544 kematian sepanjang Januari hingga akhir Oktober 2025. Dinas Kesehatan Sumatera Selatan melaporkan 1.426 kasus dan 11 kematian pada Januari hingga 21 Mei 2026. Angka itu lebih rendah daripada periode sama 2025 yang mencapai 2.084 kasus. Dinkes Sumsel mengaitkan penurunan tersebut dengan berkurangnya curah hujan dan upaya pencegahan. Periode pencatatan tiap sumber berbeda, sehingga angka-angka ini tidak dapat dibandingkan secara langsung.

Langkah 3M Plus untuk Mencegah DBD di Rumah

Program 3M Plus meliputi menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air. Unsur Plus mencakup perlindungan tambahan dari gigitan nyamuk. Warga dapat memulai dari lima langkah berikut.

  • Menguras bak mandi dan penampung air sedikitnya sekali seminggu.
  • Menutup rapat tempayan, drum, dan wadah air.
  • Menyingkirkan kaleng, ban, dan botol bekas yang menampung air hujan.
  • Memakai larvasida, kelambu, atau losion antinyamuk sesuai petunjuk.
  • Memeriksa jentik secara rutin bersama jumantik lingkungan.

Fajar Silalahi, Ketua Tim Kerja Arbovirosis Direktorat P2P Kemenkes, mengingatkan hal serupa kepada NU Online pada Rabu (13/8/2025). “Jika tidak ada tindakan pencegahan dari sekarang, potensi lonjakan kasus sangat tinggi,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian mengatasi DBD.

Gejala DBD yang Tidak Boleh Ditunda Pemeriksaannya

DBD umumnya ditandai demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta mual. Fase kritis sering muncul ketika demam mulai turun, sekitar hari ketiga hingga kelima. Warga perlu segera ke fasilitas kesehatan bila muncul nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, atau tubuh sangat lemas.

Kemenkes pada Februari 2025 menyebut banyak kematian dengue terjadi karena pasien terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan. Keluarga sering mengira gejalanya demam biasa, menurut Metro. Dokter menegakkan diagnosis melalui pemeriksaan klinis dan laboratorium.

Secara keseluruhan, prakiraan BMKG dan data Kemenkes menunjukkan kewaspadaan terhadap DBD perlu dimulai sebelum puncak hujan pada Desember 2026. Gerakan 3M Plus rutin, pengenalan gejala sejak dini, dan pemeriksaan tepat waktu menjadi langkah praktis bagi setiap keluarga. Informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.