Timnas Indonesia Piala Dunia 2026 telah berakhir sejak putaran keempat kualifikasi zona Asia. PSSI kini menitikberatkan evaluasi menyeluruh, penguatan regenerasi, dan persiapan kompetisi regional pasca kegagalan di Piala AFF 2026.
Jakarta, Sabtu (31/10/2026). Timnas Indonesia resmi gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Irak pada laga Grup B putaran keempat kualifikasi zona Asia di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. Sebelumnya, skuad Garuda juga takluk 2-3 dari Arab Saudi, sehingga tertahan tanpa poin dan terkunci di posisi juru kunci grup.
Kegagalan tersebut menutup jalan Indonesia menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. PSSI kemudian menempatkan evaluasi sebagai agenda utama, terutama setelah Timnas Indonesia juga tersingkir di fase grup Piala AFF 2026 pada Agustus 2026.
Evaluasi PSSI Pasca Piala AFF 2026
Timnas Indonesia menutup Piala AFF 2026 dengan hasil imbang 1-1 melawan Singapura pada 7 Agustus 2026. Hasil itu membuat Garuda hanya mengumpulkan tujuh poin dari empat laga dan berada di peringkat ketiga Grup A, di bawah Vietnam dengan 10 poin serta Singapura dengan delapan poin.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan evaluasi telah dilakukan dalam rapat Komite Eksekutif PSSI pada 28 Agustus 2026. Ia menegaskan Badan Tim Nasional menyiapkan perbaikan menyeluruh untuk timnas putra dan putri, termasuk kelompok usia muda.
“Dalam Rapat Exco ini, BTN telah mengevaluasi dan akan melakukan perbaikan untuk Timnas Indonesia,” ujar Erick Thohir, seperti dilansir Suara.com.
Evaluasi tersebut mencakup performa tim senior, strategi rotasi pemain, kesiapan fisik, serta efektivitas program pembinaan. PSSI juga menyebut persiapan akan mencakup Timnas U-23, U-20, U-17, dan U-16 sebagai bagian dari penguatan ekosistem tim nasional.
Regenerasi Menjadi Fokus Utama
Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, memandang Piala AFF 2026 sebagai ruang evaluasi bagi pemain liga domestik. Ia menyebut turnamen tersebut sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan pemain lokal pada level internasional, terutama karena sejumlah pemain yang bermain di Eropa tidak dapat dilepas klubnya.
Herdman juga menilai kedalaman skuad perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, rotasi pemain menjadi kebutuhan agar tim mampu menjaga energi dan daya saing sepanjang turnamen.
“Kami harus merotasi skuad. Sekarang, saya rasa kami memiliki kedalaman skuad yang lebih baik untuk dapat menghadapi laga demi laga dengan rotasi pemain baru dan energi yang segar,” kata Herdman.
Namun, hasil Piala AFF 2026 menunjukkan regenerasi belum cukup menghasilkan performa yang stabil. Indonesia gagal menembus semifinal meski membawa sejumlah pemain naturalisasi dan pemain berpengalaman, termasuk Thom Haye, Sandy Walsh, Ivar Jenner, Justin Hubner, dan Marc Klok.
Pelajaran dari Kualifikasi Piala Dunia
Perjalanan Indonesia di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 memberi pelajaran penting soal efisiensi di laga penentuan. Tim Garuda sempat bersaing melawan Arab Saudi, tetapi kekalahan 2-3 pada 9 Oktober membuat posisi mereka sangat sulit.
Tiga hari kemudian, gol Zidane Iqbal pada menit ke-75 memastikan Irak menang 1-0. Kekalahan itu sekaligus menghapus peluang Indonesia tampil di Piala Dunia 2026.
Struktur kompetisi juga menjadi faktor yang menuntut konsistensi tinggi. Pada putaran keempat, hanya juara grup yang lolos langsung ke putaran final, sedangkan peringkat kedua berpeluang melaju ke playoff antarbenua.
Agenda Berikutnya Timnas Indonesia
Meski gagal ke Piala Dunia 2026, kalender Timnas Indonesia tetap padat. PSSI menyiapkan tim senior untuk FIFA ASEAN Cup 2026, sementara timnas kelompok usia juga menjalani agenda kompetisi internasional.
Perkembangan tim muda mulai memperlihatkan hasil di panggung global. Timnas Indonesia U15 tampil pada kualifikasi grup Piala Dunia U15 2026 di Baku, Azerbaijan, pada 24-26 Oktober 2026, meski perjalanan mereka di turnamen tersebut belum berujung pada hasil optimal.
Bagi Timnas senior, tantangan utama kini adalah mengubah evaluasi menjadi tindakan nyata. Penguatan liga domestik, kesiapan fisik pemain, manajemen cedera, serta kesinambungan antara timnas senior dan kelompok usia muda menjadi kunci agar Indonesia lebih siap menghadapi siklus kualifikasi berikutnya.
PSSI dan Badan Tim Nasional kini memegang mandat untuk memastikan kegagalan di Piala AFF 2026 dan kualifikasi Piala Dunia 2026 tidak berulang. Arah regenerasi yang terencana akan menentukan wajah Timnas Indonesia pada kompetisi-kompetisi mendatang.