Krisis air Israel muncul setelah ledakan alga mengganggu lima dari enam pabrik desalinasi utama di pesisir Mediterania.
Krisis air Israel terjadi setelah ledakan pertumbuhan alga menyebar di sepanjang pantai Mediterania. Kondisi itu mengganggu fasilitas yang memasok sebagian besar air minum negara tersebut.
Lima dari enam pabrik desalinasi utama Israel terpaksa menghentikan operasinya sementara. Fasilitas tersebut mencakup Ashkelon, Ashdod, Palmachim, Sorek A, dan Sorek B.
Menurut Mekorot, pertumbuhan alga mengganggu sejumlah fasilitas desalinasi. Perusahaan air nasional Israel itu menyebut fenomena tersebut sangat langka.
Krisis Air Israel Ganggu Pasokan Desalinasi
Desalinasi memasok setidaknya 65 persen kebutuhan air minum Israel. Selain itu, sebagian besar fasilitas desalinasi berada di kawasan pesisir.
Sementara itu, otoritas air Israel menyatakan sektor air masih stabil. Pemerintah kemudian meningkatkan pasokan dari Danau Galilea, sumur air tanah, dan waduk.
Di sisi lain, otoritas membatasi sebagian penggunaan air untuk irigasi pertanian dan fasilitas publik. Langkah tersebut berlangsung ketika lima pabrik desalinasi masih tutup sementara.
Dampaknya, kondisi tersebut memperlihatkan ketergantungan besar Israel terhadap fasilitas pengolahan air pesisir.
Ledakan Alga Picu Penyelidikan Ilmiah
Para ilmuwan masih menyelidiki penyebab pasti ledakan alga. Organisme yang terlibat berasal dari sianobakteri genus Synechococcus.
Menurut peneliti, suhu laut yang meningkat dapat mendukung pertumbuhan organisme tersebut. Paparan sinar matahari, arus laut, dan kondisi air juga menjadi faktor yang diperiksa.
Yang menarik, citra satelit menunjukkan kondisi serupa di sekitar Delta Nil, Mesir. Wilayah itu menerima limpasan pertanian menuju Laut Mediterania.
Namun, sejumlah ilmuwan berbeda pendapat mengenai sumber utama nutrisi bagi pertumbuhan alga. Limbah dari Gaza menjadi salah satu dugaan yang masih diteliti.
Menurut data yang dikutip Ynet dan otoritas Palestina, sekitar 40 ribu meter kubik limbah domestik tidak diolah mengalir ke laut setiap hari.
Meski begitu, ahli ekologi kelautan Tamar Guy-Haim menilai kemungkinan limbah Gaza menjadi pendorong utama relatif rendah.
Faktanya, para peneliti juga mempertimbangkan kombinasi pemanasan laut, arus alami, polusi Delta Nil, serta perubahan kondisi perairan.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan alga belum teridentifikasi.

[…] Sementara itu, penutupan lima fasilitas menunjukkan dampak langsung fenomena tersebut terhadap sistem air Israel. […]