Sekolah RakyatSekolah Rakyat mendapat pengawasan bersama ICW. Kemensos memperketat pengadaan barang dan jasa untuk mencegah korupsi serta memperkuat tata kelola program.

Sekolah Rakyat menjadi fokus pengawasan Kementerian Sosial bersama Indonesia Corruption Watch. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa agar program berjalan tanpa praktik korupsi.

Sekolah Rakyat menjadi salah satu program yang mendapat pengawasan lebih ketat dari Kementerian Sosial (Kemensos). Untuk memperkuat transparansi, Kemensos menggandeng Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam upaya mencegah korupsi pada proses pengadaan barang dan jasa.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pertemuan dengan ICW menghasilkan berbagai masukan terkait tata kelola pengadaan. Menurutnya, kedua pihak memiliki semangat yang sama untuk memastikan program strategis Presiden Prabowo Subianto berjalan tanpa penyimpangan.

Kemensos Siapkan Langkah Mitigasi Berdasarkan Masukan ICW

Gus Ipul menegaskan seluruh informasi dan data yang disampaikan ICW akan menjadi dasar bagi Kemensos dalam memperkuat sistem pengawasan. Selain itu, kementerian akan melakukan mitigasi risiko serta perbaikan tata kelola pengadaan barang dan jasa.

Ia meyakini langkah tersebut dapat mencegah terjadinya tindak korupsi dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat. Karena itu, setiap masukan yang diterima akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan internal.

Di sisi lain, Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo dan jajaran Kemensos menyatakan siap mendalami setiap informasi yang diterima. Apabila ditemukan indikasi penyelewengan, kementerian akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan.

Menurutnya, korupsi sekecil apa pun di lingkungan Kemensos tidak akan dibiarkan. Program Sekolah Rakyat harus tetap berjalan sesuai tujuan, yakni menyediakan pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas bagi keluarga yang paling tidak mampu.

Sebagai bagian dari komitmen transparansi, Kemensos juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik, saran, maupun pengawasan terhadap seluruh program. Gus Ipul menegaskan kementeriannya menerima setiap masukan yang didukung data akurat, sebagaimana informasi yang disampaikan ICW dalam pertemuan tersebut.