loseda Babakan Ciparayloseda Babakan Ciparay

Bahasa Kita – Edukasi pengolahan sampah organik melalui LOSEDA diberikan kepada siswa SD 058 Babakan Ciparay, Kota Bandung. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengenalkan cara sederhana mengelola sampah rumah tangga sejak usia dini.

LOSEDA atau Lodong Sesa Dapur diperkenalkan sebagai sarana pengolahan sampah organik yang dapat digunakan di rumah maupun lingkungan sekolah. Metode ini difokuskan untuk mengolah sisa makanan, sayuran, dan daun kering menjadi pupuk organik alami.

Kegiatan edukasi tersebut didampingi Pendamping Kawasan Bebas Sampah Kelurahan Babakan Ciparay dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung bersama Achmad Media atau yang akrab disapa Medoi.

Dalam kegiatan itu, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah dari sumbernya, terutama membedakan sampah organik dan anorganik.

Yang jadi sorotan, edukasi dilakukan secara interaktif agar siswa lebih mudah memahami proses pengolahan sampah organik dan dampaknya terhadap lingkungan.

Loseda Jadi Media Edukasi Pengolahan Sampah Organik

Medoi menjelaskan LOSEDA menjadi salah satu metode sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi sampah organik rumah tangga.

Menurutnya, kebiasaan memilah dan mengolah sampah perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Melalui edukasi ini kami ingin siswa memahami bahwa sampah organik bukan hanya dibuang, tetapi bisa diolah dan dimanfaatkan kembali. LOSEDA menjadi salah satu cara sederhana yang dapat diterapkan di rumah maupun di lingkungan sekolah,” ujar Medoi.

Di sisi lain, para siswa juga diajak melihat langsung cara penggunaan LOSEDA. Mereka diperlihatkan proses memasukkan sampah organik ke dalam media pengolahan hingga proses penguraian alami.

Dalam praktiknya, metode tersebut membantu mengurangi sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir atau TPA.

Tak hanya itu, hasil penguraian sampah organik juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk menyuburkan tanaman.

Loseda Babakan Ciparay
Pendamping KBS Kelurahan Babakan Ciparay dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Penerapan Progam Loseda

Cara Kerja Loseda untuk Sampah Organik Rumah Tangga

LOSEDA atau Losida merupakan metode pengolahan sampah organik menggunakan pipa paralon yang dilubangi dan ditanam di tanah maupun pot.

Pipa tersebut umumnya memiliki diameter dua hingga empat inci dengan panjang sekitar 60 sampai 100 sentimeter.

Bagian bawah pipa dilubangi agar sampah organik yang dimasukkan dapat terurai secara alami oleh mikroba dan cacing tanah.

Dalam konteks tersebut, sampah seperti sisa makanan, sayur, dan daun kering dimasukkan langsung ke dalam pipa untuk diproses menjadi kompos.

Yang kerap luput diperhatikan, metode ini tidak hanya menghasilkan kompos padat tetapi juga cairan organik yang membantu menyuburkan tanah di sekitarnya.

DLH Bandung Dorong Budaya Pilah Sampah Sejak Dini

Pendamping Kawasan Bebas Sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung turut mengajak siswa membiasakan budaya memilah sampah sejak dini.

Menurut pendamping KBS, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi volume sampah organik yang masuk ke TPA.

Selain murah dan mudah diterapkan, LOSEDA juga dinilai menjadi solusi praktis pengelolaan sampah mandiri di tingkat rumah tangga maupun sekolah.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan edukasi tersebut, mulai dari mendengarkan penjelasan hingga melihat langsung proses kerja LOSEDA di lingkungan sekolah.