Bahasa Daerah Kurikulum Kota TidoreBahasa Daerah Kurikulum Kota Tidore

Bahasa Kita – Penerapan bahasa daerah sebagai mata pelajaran di seluruh sekolah dasar Kota Tidore Kepulauan mendapat dukungan dari DPRD setempat. Kebijakan yang dijalankan Dinas Pendidikan itu dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan bahasa Tidore di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Ketua Komisi I DPRD Kota Tidore Kepulauan, Sarmin Mustari, mengatakan penguatan bahasa daerah melalui pendidikan formal menjadi bagian penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Tidore.

Ini merupakan langkah yang baik untuk mempertahankan nilai budaya Tidore, termasuk bahasa daerah,” kata Sarmin saat dikonfirmasi, Kamis, 14 Mei 2026.

Program penerapan bahasa Tidore sebelumnya telah diuji coba di satu kelas pada seluruh sekolah dasar di Kota Tidore Kepulauan. Dalam pelaksanaannya, DPRD melalui Komisi I turut melakukan pengawasan langsung terhadap proses pembelajaran di sekolah.

Yang menarik, program tersebut kini tidak lagi terbatas pada kelas tertentu. Dinas Pendidikan mulai memperluas penerapan mata pelajaran bahasa daerah ke seluruh tingkatan kelas sekolah dasar.

Penerapan Bahasa Daerah di Sekolah Dasar Tidore Diperluas

Sarmin mengapresiasi keputusan Dinas Pendidikan yang memperluas cakupan pembelajaran bahasa Tidore di sekolah dasar. Menurutnya, langkah itu menunjukkan adanya keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga bahasa lokal agar tetap digunakan generasi muda.

Baca Juga :  Helmi Hasan Realisasikan Garbarata di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu

Sebelumnya hanya diterapkan di kelas IV SD, tetapi sekarang diperluas ke seluruh kelas SD di Kota Tidore. Tentu kami sangat mengapresiasi langkah tersebut,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, penerapan bahasa daerah di sekolah dinilai tidak sekadar menjadi tambahan mata pelajaran. Lebih jauh, kebijakan itu dipandang sebagai upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di sisi lain, Sarmin menilai pelestarian bahasa Tidore tidak cukup dilakukan pada jenjang sekolah dasar saja. Ia mendorong agar program serupa diperluas hingga tingkat sekolah menengah pertama.

Menurutnya, semakin lama siswa berinteraksi dengan bahasa daerah di lingkungan pendidikan, semakin besar peluang bahasa tersebut bertahan di tengah pengaruh modernisasi.

Untuk memelihara dan melestarikan bahasa Tidore, sebaiknya tidak hanya di SD, tetapi juga diterapkan pada tingkat SMP di wilayah Kota Tidore,” katanya.

Sarmin Mustari
Ketua Komisi I DPRD Kota Tidore Kepulauan Sarmin Mustari

Kendala Guru Bahasa Daerah Jadi Sorotan DPRD Tidore

Meski mendapat dukungan, Komisi I DPRD Kota Tidore Kepulauan menemukan sejumlah kendala dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa daerah di sekolah. Salah satu persoalan utama ialah keterbatasan tenaga pengajar yang memiliki kemampuan mengajar bahasa Tidore secara optimal.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Bawa Siswi SMKN 2 Garut ke Salon usai Rambut Dipotong

Sarmin mengatakan kebutuhan guru dengan kompetensi bahasa daerah menjadi tantangan yang perlu segera diatasi pemerintah daerah. Karena itu, ia mendorong adanya pelatihan dan pembekalan khusus bagi guru pengajar bahasa Tidore.

Menurutnya, pelatihan diperlukan agar metode pembelajaran lebih efektif dan mudah dipahami siswa di setiap tingkatan kelas.

Guru Non-Tidore Ikut Mengajar Bahasa Tidore

Yang jadi sorotan, dukungan terhadap pelestarian bahasa daerah juga datang dari sejumlah guru yang bukan berasal dari etnis Tidore. DPRD menilai kondisi itu menunjukkan tingginya komitmen tenaga pengajar terhadap program pelestarian budaya lokal.

Sarmin mengungkapkan ada sekolah di wilayah daratan Oba yang mampu menjalankan pembelajaran bahasa Tidore dengan baik meski diajarkan guru non-Tidore.

Bahkan ada satu sekolah di daratan Oba, gurunya bukan orang Tidore, tetapi mampu mengajarkan bahasa Tidore dengan baik,” katanya.

Dalam praktiknya, keterlibatan guru lintas latar belakang tersebut dinilai memperlihatkan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab komunitas tertentu, tetapi juga bagian dari upaya pendidikan di daerah.

Baca Juga :  SPMB Bandung 2026 Dibuka Juni, Simak Jadwal dan Jalur Pendaftarannya