Penyebab antrean BBM Sumatra menjadi sorotan setelah Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa lonjakan pembelian BBM subsidi dan keterlambatan penyesuaian distribusi memicu antrean di sejumlah SPBU, termasuk Medan.
Antrean BBM Sumatra dalam beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah SPBU, terutama di wilayah Medan dan daerah lain di Pulau Sumatra. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan bahan bakar.
Namun, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman menegaskan stok BBM maupun LPG nasional tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pertamina Jelaskan Penyebab Antrean BBM
Menurut Taufik, antrean dipengaruhi pergeseran konsumsi masyarakat ke BBM bersubsidi, yaitu Pertalite dan Solar. Akibatnya, penyerapan meningkat lebih cepat dibanding respons distribusi menuju lembaga penyalur.
Selain itu, keterlambatan distribusi membuat sejumlah SPBU membutuhkan waktu lebih lama menerima pasokan tambahan.
“Kami menyadari masih terjadi antrean dan pembelian secara berlebihan atau panic buying di beberapa wilayah Sumatra,” ujar Taufik dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI.
Karena itu, Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak kondisi tersebut.
Selanjutnya perusahaan mempercepat distribusi dengan menambah pasokan BBM, memperbanyak armada mobil tangki, memperpanjang operasional SPBU, serta mempercepat pengiriman dari depo menuju SPBU.
Di sisi lain, koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah juga diperkuat agar proses normalisasi berlangsung lebih cepat.
Pertamina menegaskan kondisi stok nasional tetap terkendali sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Perusahaan menyebut langkah percepatan distribusi akan terus dijalankan hingga antrean di sejumlah wilayah Sumatra kembali normal.
