Bahasa Kita – Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan sebanyak 1.098 sapi kurban untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Ribuan sapi tersebut dibagikan ke pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pondok pesantren, hingga tokoh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mengatakan bantuan sapi kurban itu merupakan bagian dari bantuan kemasyarakatan presiden.
“Pada tahun ini dalam rangka hari raya Idul Adha 1447 Hijriah bapak presiden berkenan menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098 sapi kurban yang akan dibagikan,” kata Juri, Selasa, 25 Mei 2026.
Yang jadi sorotan, ratusan sapi tersebut berasal dari peternak lokal di berbagai daerah.
Pemerintah berharap momentum pengadaan hewan kurban dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas peternakan nasional.
Prabowo Subianto Bagikan Sapi ke 552 Daerah
Dari total 1.098 sapi kurban, sebanyak 598 ekor disalurkan ke 552 pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.
Namun pada kenyataannya, terdapat 46 daerah yang menerima dua sapi sekaligus.
Hal tersebut terjadi karena daerah tersebut tidak memiliki sapi dengan bobot sesuai standar sapi presiden.
Dalam praktiknya, standar sapi kurban presiden memiliki bobot antara 800 kilogram hingga 1,3 ton.
“Ada 552 daerah akan menerima sebanyak 598 sapi untuk seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” ujar Juri.
“Standar sapi presiden adalah 800 kg sampai 1,3 ton,” lanjutnya.
Di sisi lain, sebanyak 500 sapi lainnya diserahkan kepada lembaga pendidikan, pesantren, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Juri mengatakan Presiden Prabowo berpesan agar bantuan tersebut diprioritaskan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Jenis Sapi Kurban Prabowo Subianto Beragam
Sapi kurban bantuan Presiden Prabowo terdiri dari berbagai jenis ternak unggulan.
Beberapa di antaranya meliputi Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Bali, Friesian Holstein, Belgian Blue, hingga Charolais.
Yang menarik, seluruh sapi tidak hanya dipilih berdasarkan bobot, tetapi juga telah memiliki sertifikat kesehatan.
“Jadi ini sapi-sapi yang bukan saja bobotnya yang berat tapi juga sapi yang secara kesehatan sudah memiliki sertifikat sehat,” jelas Juri.
Dalam konteks tersebut, pemerintah melibatkan sejumlah pihak untuk memastikan kelayakan hewan kurban.
Pengadaan sapi dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Presiden, Kementerian Pertanian, dinas peternakan daerah, hingga Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia atau APPSI.
Tak hanya itu, pemerintah juga bekerja sama dengan para penyedia hewan kurban dari berbagai daerah.
Anggaran Bantuan Sapi Kurban Capai Rp100 Miliar

Pemerintah memastikan bantuan sapi kurban Presiden Prabowo menggunakan anggaran dari APBN melalui bantuan kemasyarakatan presiden.
Secara faktual, total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp100 miliar.
Menurut Juri, nilai pengadaan berbeda di setiap daerah karena dipengaruhi bobot sapi dan lokasi pembelian.
“Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp 100-an miliar, Rp 100 miliar,” ujar Juri.
Yang kerap luput diperhatikan, seluruh sapi kurban berasal dari peternak lokal Indonesia.
Pemerintah berharap program tahunan tersebut bisa menjadi dorongan bagi peternak untuk meningkatkan kualitas ternak mereka.
“Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal,” kata Juri.
Secara garis besar, bantuan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto tahun ini tidak hanya menyasar kebutuhan masyarakat saat Idul Adha, tetapi juga mendukung sektor peternakan nasional.
