respons Zelenskyy serangan SBU, bahasa kitaRespons Zelenskyy serangan SBU menjadi sorotan setelah drone Rusia menghantam markas intelijen Ukraina di pusat Kyiv.

Respons Zelenskyy serangan SBU mengarah pada persiapan balasan setelah drone Rusia menghantam kantor pusat intelijen Ukraina di Kyiv.

Respons Zelenskyy serangan SBU muncul beberapa jam setelah drone Rusia menghantam gedung pusat badan intelijen Ukraina tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy langsung menginstruksikan Kepala SBU Oleksandr Poklad untuk menyiapkan respons terhadap serangan itu.

Menurut Zelenskyy, respons tersebut harus tepat dan nyata. Ia bahkan meminta opsi balasan serupa jika kondisi memungkinkan.

Zelenskyy Instruksikan Kepala SBU Siapkan Balasan

Zelenskyy menyampaikan instruksi tersebut setelah berbicara dengan Poklad. Ia menyebut drone Rusia menyerang kantor pusat SBU di Jalan Volodymyrska.

Drone itu, menurut Zelenskyy, mengarah langsung ke kantor Kepala SBU yang berada di dalam gedung.

Sementara itu, layanan darurat langsung bergerak ke lokasi. Zelenskyy memastikan pihak terdampak akan memperoleh bantuan yang diperlukan.

Ia juga menegaskan bahwa militer Ukraina akan mendukung respons yang disiapkan SBU.

Namun, Zelenskyy tidak menyebut bentuk balasan yang akan dilakukan. Ia hanya mengatakan respons tersebut akan diberikan setelah persiapannya selesai.

Serangan Terjadi di Pusat Kyiv

Serangan itu berlangsung Jumat (4/9/2026) sore waktu setempat. Kepulan asap hitam terlihat membubung dari kawasan pusat Kyiv.

Ledakan terdengar hingga beberapa blok dari markas SBU. Setelah itu, petugas mengamankan jalan-jalan di sekitar gedung.

Di sisi lain, sejumlah petugas bersenjata berpatroli. Ambulans dan kendaraan layanan darurat juga berada di sekitar lokasi.

Markas SBU terletak di Jalan Volodymyrska, tepat di seberang Katedral St. Sophia. Situs tersebut merupakan bagian dari warisan dunia UNESCO.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan sedikitnya sembilan orang terluka akibat serangan tersebut.

Respons Ukraina di Tengah Serangan Beruntun

Yang jadi sorotan, Kyiv telah menghadapi serangan drone dan rudal Rusia setiap hari selama lebih dari sepekan.

Ukraina juga menghadapi kekurangan rudal pencegat Patriot buatan Amerika Serikat. Sistem tersebut menjadi salah satu alat pertahanan terhadap ancaman udara.

Selain itu, Rusia menggunakan drone bertenaga jet dalam sejumlah serangan terbaru. Drone tersebut dapat mencapai kecepatan sekitar 250 mil per jam.

Akibatnya, kemampuan Ukraina mencegat ancaman udara menghadapi tantangan tambahan.

Serangan terhadap markas SBU juga terjadi menjelang kunjungan utusan khusus Donald Trump, Steve Witkoff, dan Jared Kushner ke Kyiv.

Keduanya dijadwalkan mengunjungi Kyiv pada Minggu (6/9/2026) dalam rangka pembicaraan terkait upaya mengakhiri perang.

Tak hanya itu, Zelenskyy kemudian menyerukan penghentian serangan udara selama kunjungan tersebut berlangsung.