Sampel makanan MBG Lasem, bahasa kitaSampel makanan MBG Lasem akan diuji secara kimia dan bakteriologis setelah ayam dalam menu menjadi sorotan awal penyelidikan.

Sampel makanan MBG Lasem akan menjalani uji kimia dan bakteriologis setelah kondisi ayam menjadi sorotan awal penyelidikan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mengambil sampel makanan untuk mengusut kejadian gangguan kesehatan di SMAN 1 Lasem.

Sampel makanan MBG Lasem tersebut akan menjalani pemeriksaan di Labkes Provinsi. Petugas menyiapkan dua jenis pengujian untuk mencari penyebab kejadian.

Pengujian itu mencakup pemeriksaan kimia dan bakteriologis. Hasilnya akan membantu petugas memastikan sumber masalah secara medis.

Sampel Makanan MBG Lasem Menunggu Uji Laboratorium

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii, penyelidikan masih berlangsung. Karena itu, petugas belum menetapkan penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut.

Selanjutnya, sampel yang sudah petugas ambil akan dikirim ke Labkes Provinsi. Dinkes Rembang akan menunggu hasil pemeriksaan sebelum menarik kesimpulan.

Ali mengatakan pengujian perlu mencakup aspek kimia dan bakteriologis. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam penyelidikan kasus.

Insyaa Allah besok kita kirimkan ke Labkes Provinsi. Kita tunggu hasilnya untuk uji kimia dan uji bakteriologis terkait dengan kasus ini,” kata Ali.

Kondisi Ayam Menjadi Hipotesis Awal

Di lapangan, petugas menemukan temuan awal pada makanan yang dikonsumsi siswa. Kondisi ayam menjadi salah satu sorotan dalam pemeriksaan awal.

Ali menyebut sebagian ayam memiliki tekstur yang kurang baik. Namun, temuan tersebut belum membuktikan ayam sebagai penyebab gangguan kesehatan.

Meski begitu, kondisi tersebut menjadi hipotesis sementara dalam penyelidikan. Petugas tetap membutuhkan bukti laboratorium untuk memastikan kaitannya.

Yang perlu digarisbawahi, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi. Dinas Kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan.

Menu MBG Dikonsumsi pada 2 September

Makanan yang menjadi bagian penyelidikan berasal dari program Makan Bergizi Gratis. Siswa SMAN 1 Lasem menerima menu tersebut pada Rabu, 2 September 2026.

Menu yang tersedia terdiri dari nasi, ayam bakar, lalapan, dan buah semangka. Setelah itu, sejumlah warga sekolah mengalami gangguan pencernaan.

Keluhan yang muncul antara lain mual, muntah, dan diare. Total 777 warga sekolah terdampak, terdiri dari 752 siswa serta 25 guru dan tenaga tata usaha.

Sementara itu, Dinas Kesehatan telah menangani korban melalui sejumlah fasilitas kesehatan. Data tersebut menjadi bagian dari penyelidikan yang masih berjalan.

Hasil pemeriksaan sampel makanan nantinya menjadi dasar untuk memastikan penyebab munculnya gejala pada warga SMAN 1 Lasem.