demo UNM tolak kebijakan, bahasa kitaDemo UNM tolak kebijakan pemerintah soroti evaluasi MBG dan pembebasan tahanan politik, aksi berujung blokade jalan hingga bentrok di Makassar.

Demo UNM tolak kebijakan pemerintah pusat digelar puluhan mahasiswa di depan Menara Phinisi, Jumat (4/9/2026). Aksi ini menyoroti sejumlah program nasional sebelum akhirnya berujung bentrok.

Demo UNM tolak kebijakan pemerintah pusat digelar Aliansi Mahasiswa Berlawanan di depan kampus Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani. Aksi ini membawa sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.

Tuntutan Evaluasi Program Nasional

Salah seorang peserta aksi, Bara, menyampaikan poin utama tuntutan mahasiswa. Ia meminta penghentian representasi aparat yang dinilai berlebihan.

Ada beberapa tuntutan yaitu menghentikan representasi aparat yang hadir sampai hari ini,” kata Bara.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Program Koperasi Desa Merah Putih turut masuk dalam daftar tuntutan mereka.

Bara menyebut kasus dugaan keracunan MBG menjadi salah satu alasan kuat di balik tuntutan ini. Ia juga menyoroti tindakan yang dinilai represif terhadap kelompok kritis.

Dan salah satu isu yang mungkin kami angkat yaitu tindak responsif pemerintah pusat dalam menangani bencana-bencana alam yang terjadi di Indonesia,” ujarnya menambahkan.

Mahasiswa turut mendesak pembebasan tahanan politik yang masih ditahan. Menurutnya, kritik yang disuarakan kerap direspons dengan ancaman.

Spanduk Kritik Pemerintah

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membentangkan sejumlah spanduk bernada kritik. Salah satu spanduk bertuliskan penolakan terhadap kepemimpinan saat ini.

Spanduk lain memuat pesan ajakan melawan kebijakan yang dianggap represif. Pesan-pesan ini dipasang di sepanjang lokasi orasi berlangsung.

Di sisi lain, massa aksi juga sempat menahan sebuah truk kontainer di badan jalan. Langkah ini menjadi awal dari eskalasi yang terjadi berikutnya.

Blokade Jalan Picu Eskalasi

Meski sudah diimbau petugas, massa tetap membakar ban di tengah badan jalan. Pembakaran terjadi saat arus lalu lintas padat jam pulang kantor.

Akibatnya, antrean kendaraan mengular dari arah Fly Over menuju pertigaan Jalan AP Pettarani-Jalan Sultan Alauddin. Petugas Polsek Rappocini pun turun mengatur arus lalu lintas.

Kondisi ini kemudian memicu gesekan dengan warga yang merasa terganggu. Ketegangan berujung pada aksi saling lempar hingga aparat kepolisian turun meredam situasi di lapangan.