SleepmaxxingSleepmaxxing menjadi tren viral untuk tidur nyenyak. Simak penjelasan pakar mengenai 6 trik populer, mana yang efektif dan terbukti ilmiah.

Sleepmaxxing menjadi tren yang semakin populer di media sosial dengan berbagai tips untuk meningkatkan kualitas tidur. Namun, pakar ilmu tidur mengingatkan bahwa tidak semua metode yang viral terbukti efektif, bahkan sebagian memerlukan kehati-hatian sebelum diterapkan.

Sleepmaxxing merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai praktik, produk, hingga kebiasaan yang diklaim mampu meningkatkan kualitas tidur. Tren ini pertama kali banyak dikenal melalui TikTok, kemudian diikuti influencer yang membagikan beragam cara agar tidur lebih nyenyak.

Meski demikian, tidak semua tips sleepmaxxing memiliki dasar ilmiah yang kuat. Pakar ilmu tidur Carleara Weiss menilai masyarakat perlu lebih kritis sebelum mengikuti berbagai tren yang beredar di media sosial.

Menurut Weiss, fokus menjaga kesehatan tidur seharusnya tidak bergeser menjadi dorongan membeli berbagai produk yang belum tentu diperlukan.

Kita harus berhati-hati agar tidak mengalihkan fokus dari kesehatan ke pembelian lebih banyak produk untuk mencapai kualitas tidur yang ideal,” ujar Weiss seperti dikutip Healthline.

Trik Sleepmaxxing yang Didukung Penelitian

Beberapa metode dalam sleepmaxxing memang memiliki dukungan ilmiah. Salah satunya adalah konsumsi magnesium yang dikaitkan dengan kualitas tidur lebih baik berdasarkan tinjauan dalam jurnal Biological Trace Element Research pada 2023.

Namun, penggunaan magnesium tidak boleh sembarangan. Mineral tersebut dapat berinteraksi dengan obat tertentu dan konsumsi berlebihan berisiko menyebabkan gangguan pencernaan.

Selain itu, suplemen melatonin juga dapat membantu mengatasi gangguan tidur sementara, seperti jet lag. Akan tetapi, dosis dan waktu konsumsi menjadi faktor penting karena banyak produk yang dijual bebas mengandung dosis lebih tinggi dibanding batas aman bagi orang dewasa, yaitu sekitar 0,3 hingga 5 miligram.

White noise juga termasuk metode yang dinilai bermanfaat. Berbagai penelitian menunjukkan suara konstan dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Menariknya, pengguna tidak harus membeli perangkat khusus karena kipas angin maupun aplikasi di ponsel dapat menghasilkan efek serupa.

Metode yang Perlu Digunakan dengan Hati-hati

Tren lain adalah penggunaan sleep tracker melalui jam tangan pintar. Menurut Weiss, teknologi tersebut masih terus berkembang sehingga hasil pemantauannya tidak dapat dijadikan alat diagnosis gangguan tidur.

Sebagian besar pelacak tidur yang tersedia secara komersial bukanlah alat diagnostik,” kata Weiss.

Sementara itu, menempelkan plester pada mulut saat tidur juga ramai dibahas di media sosial. Klaim bahwa metode ini dapat mengurangi dengkuran ternyata belum didukung bukti ilmiah yang memadai.

Mengutip Harvard Health Publishing, tinjauan dari Departemen Otolaringologi Universitas George Washington tidak menemukan penelitian yang mendukung efektivitas metode tersebut. Plester mulut juga tidak mengatasi penyebab utama dengkuran, seperti alergi, asma, maupun sleep apnea.

Tren tidur sebelum pukul 22.00 juga belum tentu cocok untuk semua orang. Pakar menjelaskan ritme sirkadian setiap individu berbeda sehingga tidak ada satu jam tidur ideal yang berlaku secara universal.

Cara Meningkatkan Kualitas Tidur yang Direkomendasikan Pakar

Dibanding mengikuti seluruh tren sleepmaxxing, para pakar menyarankan kebiasaan yang telah terbukti membantu meningkatkan kualitas tidur.

  • Mulai aktivitas pagi dengan paparan sinar matahari.
  • Menjaga jadwal tidur dan bangun secara konsisten setiap hari.
  • Membatasi tidur siang tidak lebih dari 30 menit.
  • Mengurangi konsumsi kafein pada sore hari.
  • Menghindari makan berat menjelang waktu tidur.
  • Membatasi penggunaan layar sebelum tidur.
  • Membangun rutinitas relaksasi seperti membaca buku atau meditasi.

Berbagai kebiasaan tersebut dinilai lebih konsisten mendukung kualitas tidur dibanding sekadar mengikuti tren yang belum sepenuhnya terbukti. Karena itu, setiap metode sleepmaxxing sebaiknya dipahami berdasarkan bukti ilmiah sebelum diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.