Bahasa Kita – Teknologi pelayaran hijau menjadi fokus utama kerja sama yang ditawarkan Estonia kepada Indonesia di tengah perubahan besar sektor maritim global. Penawaran ini mencakup pengembangan pelabuhan pintar hingga solusi dekarbonisasi yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri pelayaran saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Estonia untuk Singapura, Indonesia, dan ASEAN, Veikko Kala, dalam Estonia Maritime Delegation Business Forum di Jakarta, Selasa (28/4/2026). Ia menilai, tekanan pengurangan emisi di sektor pelayaran membuka peluang kolaborasi strategis antarnegara maritim.
Teknologi Pelayaran Hijau dalam Transformasi Maritim Global
Dalam forum tersebut, Veikko menjelaskan bahwa industri pelayaran global kini menghadapi tuntutan efisiensi dan keberlanjutan secara bersamaan. Hal ini mendorong pengembangan teknologi pelayaran hijau sebagai solusi utama.
Menurutnya, Estonia telah lebih dulu mengembangkan green shipping corridors yang mendukung pengurangan emisi dalam jalur pelayaran tertentu. Selain itu, kemampuan retrofit kapal juga menjadi bagian dari strategi untuk mempercepat transisi menuju sistem yang lebih ramah lingkungan.
“Estonia secara aktif mengembangkan green shipping corridors dan kemampuan retrofit,” ujarnya.
Dalam konteks ini, Indonesia dinilai memiliki potensi besar sebagai mitra. Sebagai negara maritim, kebutuhan terhadap sistem pelayaran yang efisien dan berkelanjutan menjadi semakin mendesak.
Peran Digitalisasi dalam Penguatan Sistem Maritim
Di sisi lain, Estonia juga menawarkan kekuatan utamanya di bidang digital. Negara tersebut dikenal dengan sistem berbasis data yang terintegrasi, termasuk dalam pengembangan sektor maritim.
Veikko menjelaskan bahwa teknologi digital kini diterapkan dalam berbagai aspek, mulai dari keamanan siber hingga sistem operasional pelabuhan. Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan pelayaran menjadi lebih akurat dan responsif.
“Kami kini menerapkan kemampuan digital itu ke sektor maritim, termasuk smart ports, situational awareness, dan autonomous solutions,” jelasnya.
Dengan kata lain, integrasi teknologi digital menjadi kunci dalam menciptakan sistem pelayaran modern yang mampu menjawab tantangan global.
Kolaborasi Menuju Pelabuhan Pintar dan Efisiensi Energi
Selain pelayaran hijau, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan pelabuhan pintar atau smart ports. Sistem ini memungkinkan pengelolaan logistik laut yang lebih efisien melalui pemanfaatan data dan otomatisasi.
Delegasi Bisnis Dorong Proyek Konkret
Dalam forum tersebut, Estonia membawa Estonia Maritime Cluster bersama delapan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi pelabuhan, rekayasa maritim, robotik, serta solusi digital.
Kehadiran delegasi ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi mulai bergerak ke arah implementasi proyek nyata.
“Kami bangga karena perlahan tetapi pasti, kolaborasi antara kedua negara semakin dalam,” kata Veikko.
Ia juga menekankan bahwa ukuran Estonia yang relatif kecil justru menjadi keunggulan dalam menguji dan menerapkan solusi baru secara cepat. Pendekatan ini dinilai dapat melengkapi kapasitas maritim Indonesia yang besar.
Dengan kombinasi tersebut, peluang pengembangan sistem pelayaran dan logistik laut yang lebih modern dinilai semakin terbuka di masa mendatang.
