TNI memburu pelaku penembakan pilot dan pembakaran pesawat AMA Air di Bandara Ipdeheik, Yahukimo, Papua Pegunungan. Aparat juga mengevakuasi jenazah pilot serta memperketat pengamanan untuk mendukung proses penyelidikan.
Koops TNI Habema terus memburu pelaku penembakan pilot sekaligus pembakaran pesawat AMA Air di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Operasi pengejaran dimulai setelah insiden yang terjadi pada Kamis (2/7).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan aparat bergerak cepat setelah menerima informasi awal mengenai peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima aparat keamanan, aksi penembakan pilot dan pembakaran pesawat diduga dilakukan kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak. Informasi tersebut masih menjadi bagian dari proses penegakan hukum yang berlangsung di lapangan.
Koops TNI Habema Langsung Lakukan Penyisiran
Menurut Wirya, tim patroli Koops TNI Habema segera melaksanakan penyisiran setelah menerima laporan kejadian.
Selain mengejar para pelaku, operasi tersebut bertujuan menjaga stabilitas keamanan di sekitar lokasi kejadian. Aparat juga berupaya mendukung penyelidikan yang sedang berjalan.
Dalam praktiknya, pengamanan dilakukan secara terpadu bersama unsur terkait agar aktivitas masyarakat di wilayah tersebut tetap berlangsung dengan aman.
Jenazah Pilot Nicholas F. Goselin Berhasil Dievakuasi
Koops TNI Habema juga berhasil mengevakuasi jenazah pilot PT AMA Air, Nicholas F. Goselin, yang merupakan warga negara Amerika Serikat.
Operasi evakuasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah diterbangkan menuju Timika. Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk menjalani penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Tujuh Penumpang Dilaporkan Selamat
Pesawat Pilatus dengan registrasi PK-RCY diketahui mengangkut tujuh penumpang dari Wamena menuju Balinggama.
Ketujuh penumpang tersebut adalah Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso.
Kodam XVII/Cenderawasih memastikan seluruh penumpang berhasil selamat. Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf. Tri Purwanto menyatakan seluruh penumpang yang merupakan Orang Asli Papua berada dalam kondisi aman.
Pengamanan Wilayah Terus Diperkuat
Koops TNI Habema bersama instansi terkait terus memperkuat pengamanan di sekitar Bandara Ipdeheik dan wilayah sekitarnya.
Langkah tersebut bertujuan menjaga keamanan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran penerbangan perintis di pedalaman Papua.
Selain itu, aparat menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku penembakan pilot serta pembakaran pesawat AMA Air hingga proses penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan.
