Fadly Alberto

Fadly Alberto Minta Maaf Usai Tendangan Kungfu di EPA U-20

Bahasa Kita – Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, Fadly Alberto Hengga, menyampaikan permintaan maaf setelah insiden tendangan kungfu dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20. Aksi tersebut menjadi sorotan setelah videonya tersebar luas.

Fadly mengakui kesalahan dan menyebut tindakannya sebagai perbuatan yang tidak seharusnya terjadi di lapangan.

Pernyataan Maaf kepada Pihak Terkait

Melalui akun media sosial pribadinya, Fadly menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada sejumlah pihak yang terdampak.

Dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya,” ujarnya.

Ia secara khusus meminta maaf kepada pemain Dewa United, Rakha Nurkholis, yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Tak hanya itu, Fadly juga menyampaikan permohonan maaf kepada tim Dewa United secara keseluruhan atas tindakannya di pertandingan.

Dampak terhadap Tim dan Reputasi

Fadly mengakui bahwa tindakannya turut merugikan tim Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20. Ia menyampaikan penyesalan kepada manajemen, pelatih, dan rekan setim.

Saya meminta maaf kepada pimpinan dan seluruh jajaran tim karena telah merugikan,” katanya.

Selain itu, ia juga menyinggung dampak terhadap Timnas Indonesia, mengingat dirinya merupakan bagian dari ekosistem pembinaan pemain muda nasional.

Dalam pernyataannya, Fadly menyebut tindakan tersebut telah mencoreng nama baik tim nasional dan memicu kegaduhan di masyarakat.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Alberto (@albrtoo_10)

Kronologi Insiden di Lapangan

Pertandingan antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 dalam ajang EPA musim 2025/2026 berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4).

Laga tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United U-20.

Ketegangan mulai meningkat pada menit ke-81 saat wasit mengesahkan gol kedua Dewa United melalui Abu Thalib. Keputusan itu diprotes kubu Bhayangkara karena dianggap terjadi dalam posisi offside.

Namun, wasit tetap pada keputusannya dan pertandingan dilanjutkan.

Situasi di lapangan kemudian memanas dan berujung pada keributan yang melibatkan pemain serta ofisial dari kedua tim.

Pada momen tersebut, Fadly terlihat melayangkan tendangan ke arah punggung Rakha Nurkholis, yang terekam kamera dan kemudian menjadi viral.

Situasi Pertandingan yang Memanas

Keributan yang terjadi tidak hanya melibatkan pemain, tetapi juga ofisial tim. Hal ini memperburuk suasana pertandingan yang sebelumnya sudah tegang.

Yang jadi sorotan, insiden tersebut terjadi di tengah situasi emosional akibat keputusan pertandingan yang diperdebatkan.

Dalam konteks ini, tekanan di lapangan memicu reaksi yang berujung pelanggaran serius.

Peristiwa ini kemudian menjadi perhatian publik setelah video insiden tersebar luas di media sosial.

Fadly menutup pernyataannya dengan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia atas kegaduhan yang terjadi akibat tindakannya.