Relawan MBG Purwasari Ciamis

Rekrutmen Relawan MBG Purwasari Ciamis Ricuh, Pria Luka Disabet Senjata Tajam

Bahasa Kita – Perekrutan Relawan MBG Purwasari Ciamis menjadi sorotan setelah keributan terkait perekrutan berujung penganiayaan, menyebabkan seorang pria berinisial DM mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.

Insiden terjadi di Desa Purwasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Kamis (30/4/2026). Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Banjarsari untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini menambah ketegangan di tengah situasi warga yang sebelumnya telah memanas akibat proses seleksi relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kronologi Keributan Perekrutan Relawan MBG Purwasari Ciamis

Menurut keterangan korban, keributan bermula dari interaksi di media sosial. Sebuah status WhatsApp dari salah satu warga memicu reaksi emosional.

DM mengaku membalas status tersebut, yang kemudian memperkeruh suasana. Ketegangan pun berlanjut ke pertemuan langsung yang berujung konflik fisik.

Awalnya saya terpancing oleh status WA dia. Lalu saya buat status balasan,” ujar DM.

Dalam perkembangan selanjutnya, situasi semakin tidak terkendali hingga terjadi penganiayaan menggunakan senjata tajam.

Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian jemari dan lengan.

Dugaan Keterlibatan Pihak Keluarga Perangkat Desa

Korban menyoroti pelaku yang disebut merupakan anak dari seorang perangkat desa. Ia menilai kondisi tersebut memperburuk situasi di tengah ketegangan warga.

Menurutnya, ucapan yang dilontarkan oleh Sekretaris Desa setempat diduga turut memicu eskalasi konflik.

Saya yakin jika sekdes tidak bicara kasar, anaknya tidak akan sampai nekat membawa golok,” katanya.

Dalam konteks ini, dinamika internal warga disebut menjadi faktor yang mempercepat konflik berkembang.

Ketegangan Warga Terkait Rekrutmen Relawan

Warga Purwasari
Warga Purwasari terlihat mendatangi dapur SPPG, memprotes mekanisme perekrutan relawan MBG

Sebelum kejadian, sejumlah warga diketahui sempat mendatangi dapur SPPG di Desa Purwasari. Mereka memprotes mekanisme perekrutan relawan MBG.

Banyak warga merasa tidak dilibatkan dalam proses seleksi. Kondisi ini memicu rasa ketidakpuasan yang meluas.

Di sisi lain, situasi psikologis warga disebut sedang sensitif akibat banyaknya pihak yang tidak lolos sebagai relawan.

Respons Kepolisian atas Insiden di Purwasari

Kanit Reskrim Polsek Banjarsari, Bripka Wardana, membenarkan adanya keributan tersebut. Namun, pihaknya masih mendalami kronologi lengkap kejadian.

Kami belum mengetahui secara pasti duduk persoalannya,” ujarnya.

Untuk menjaga kondisi tetap terkendali, aparat kepolisian telah melakukan penjagaan di lokasi kejadian.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian terkait insiden tersebut.

Dalam perkembangan yang sama, polisi juga mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan proses rekrutmen relawan MBG.

Korban sendiri menyatakan akan menempuh jalur hukum atas kejadian yang dialaminya.