Kesejahteraan Ojol

Investasi Danantara di GoTo Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Ojol

Bahasa Kita – Pemerintah melalui Danantara mulai masuk sebagai investor di GoTo Group dengan fokus utama meningkatkan kesejahteraan ojol, bukan sekadar kepemilikan saham. Langkah ini sudah berjalan sejak awal 2026 dan diarahkan langsung untuk mendorong perubahan kebijakan yang berdampak pada mitra pengemudi.

Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan keterlibatan tersebut bertujuan memperkuat perlindungan sosial bagi ojol. Ia menegaskan bahwa pembahasan dengan pihak perusahaan telah dilakukan untuk memastikan arah kebijakan sejalan dengan kepentingan pengemudi.

Danantara udah mulai masuk dan kita sudah bicara, buat kita ini yang penting adalah kesejahteraannya ojol, gimana kita meningkatkan kesejahteraan ojol, adanya BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Investasi Danantara dan Dampaknya bagi Ojol

Keterlibatan Danantara tidak hanya berhenti pada investasi finansial. Dalam praktiknya, pemerintah mendorong perubahan konkret di ekosistem platform digital, khususnya terkait perlindungan dan pendapatan mitra.

Salah satu langkah yang didorong adalah penyediaan jaminan sosial melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, pemerintah juga mengupayakan peningkatan Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi.

Di sisi lain, perubahan mulai terlihat sejak Januari 2026. Hal ini seiring arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta perbaikan model bisnis perusahaan transportasi digital agar lebih berkelanjutan dan tidak merugikan mitra.

Penghentian Strategi Burning Cash di Industri Ojol

Rosan Roeslani
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani

Yang jadi sorotan, pemerintah juga menyoroti praktik lama perusahaan teknologi yang mengandalkan strategi “burning cash” atau pembakaran dana besar untuk promosi. Rosan menilai pola ini tidak lagi relevan.

Tadinya perusahaan ojol mereka ini saling marketing, burning cash sampai ratusan juta dolar hanya untuk marketing,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, pemerintah mengarahkan agar dana yang sebelumnya digunakan untuk promosi dialihkan untuk kepentingan pengemudi. Artinya, prioritas kini bergeser dari kompetisi pemasaran ke peningkatan kesejahteraan mitra.

Dengan kata lain, perubahan ini diharapkan menciptakan ekosistem yang lebih sehat antara perusahaan dan pengemudi.

Rencana Batas Potongan Aplikasi untuk Ojol

Tak berhenti di situ, pemerintah juga menyiapkan kebijakan lanjutan berupa pembatasan potongan aplikasi. Rencana ini menetapkan batas maksimal sebesar 8 persen, sesuai arahan Presiden.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menekan beban biaya yang selama ini ditanggung pengemudi. Dalam praktiknya, potongan aplikasi menjadi salah satu isu utama yang sering dikeluhkan oleh mitra ojol.

Sementara itu, Rosan menyatakan bahwa proses investasi Danantara di GoTo masih berlangsung bertahap. Ia belum merinci total kepemilikan saham karena masih dalam tahap pengembangan.

Di waktu bersamaan, pemerintah juga membuka peluang kerja sama strategis lanjutan. Namun, detail kebijakan dan langkah berikutnya masih dalam pembahasan dan akan diumumkan pada tahap selanjutnya.