Bahasa Kita – BAZNAS memfasilitasi penyaluran bantuan kurban bagi penyintas banjir Sumatra 2025 di Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bantuan tersebut berasal dari Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad atau ANGKASA melalui program “Kurban Berkah Berdayakan Desa” pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.
Program itu menjadi bagian dari penyaluran bantuan kemanusiaan sekaligus penguatan distribusi pangan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
Wakil Presiden ANGKASA, Dato’ Haji Kamarudin bin Ismail, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS karena telah memfasilitasi penyaluran bantuan kurban tersebut.
“Saya ucapkan ribuan terima kasih karena sudah sudi menerima kami dari Malaysia. Karena kita ini serumpun, insyaallah ibaratnya kalau dicubit paha kiri terasa di paha kanan,” kata Kamarudin saat berkunjung ke Kantor Bupati Pasaman Barat di Simpang Empat, Jumat 8 Mei 2026.
Yang menarik, kunjungan tersebut juga memiliki nilai emosional bagi Kamarudin karena dirinya mengaku memiliki akar keluarga dari Minangkabau.
“Saya ini pun asli dari Minangkabau. Asli saya di Bukittinggi. Kakek saya dulu datang dari sini, Bukittinggi, pergi ke Kajang, dan akhirnya saya bisa juga sampai ke sini,” ujarnya.
BAZNAS Soroti Dampak Ekonomi Kurban di Indonesia
Pimpinan BAZNAS Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan program kurban tidak hanya memiliki nilai ibadah. Menurutnya, distribusi kurban juga memberi dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, penyaluran bantuan kurban melalui program “Kurban Berkah Berdayakan Desa” dinilai ikut menggerakkan ekonomi mustahik di daerah penerima bantuan.
“Penyaluran bantuan ANGKASA Malaysia yang memanfaatkan hewan ‘Kurban Berkah Berdayakan Desa’ turut menggerakkan ekonomi mustahik,” ujar Rizaludin.
Ia menjelaskan, data Pusat Kajian Strategis BAZNAS menunjukkan potensi ekonomi kurban di Indonesia pada 2025 mencapai Rp34,85 triliun.
Menurutnya, sekitar 3,56 juta rumah tangga atau mudhohi diperkirakan berpartisipasi dalam pelaksanaan kurban tahun ini.
Dari jumlah tersebut, estimasi pemotongan hewan ternak mencapai sekitar 2,8 juta ekor.
Potensi Distribusi Daging Kurban dan Dam Haji
Rizaludin menyebutkan, jumlah hewan kurban tersebut terdiri dari sekitar 2,2 juta ekor domba atau kambing serta 647 ribu ekor sapi.
Secara faktual, angka itu diperkirakan menghasilkan sekitar 239,5 ribu ton daging kurban yang dapat didistribusikan kepada masyarakat di berbagai daerah.
Tak hanya itu, BAZNAS juga menyoroti potensi ekonomi dari instrumen dam haji pada musim haji 2026.
Jika seluruh jemaah dan petugas haji yang berjumlah sekitar 225 ribu orang membayar dam, potensi dana yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp567 miliar.
“Jumlah ini setara dengan produksi sekitar 3,4 juta pouch daging olahan dengan berat setiap pouch mencapai 2,5 kilogram. Ini sumber daya protein hewani yang sangat signifikan,” kata Rizaludin.
Menurutnya, optimalisasi pengelolaan kurban dan dam dapat menjadi salah satu langkah dalam mengatasi persoalan stunting dan kerawanan pangan di wilayah tertinggal.
Bantuan Kurban Difokuskan ke Wilayah Terdampak Banjir
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Pasaman Barat, Devi Irawan, mengatakan bantuan kurban akan difokuskan untuk masyarakat terdampak banjir Sumatra 2025.
Beberapa wilayah yang menjadi fokus penyaluran bantuan antara lain Kecamatan Talamau, Ranah Batahan, dan Lembah Melintang.
“Nanti bantuan ini fokusnya ke mana tentu berkoordinasi dengan Bapak Bupati Kabupaten Pasaman Barat agar penyalurannya tepat sasaran,” ujar Devi.
Di sisi lain, Bupati Pasaman Barat H. Yulianto menyambut baik kunjungan ANGKASA Malaysia dan berharap kerja sama tersebut membuka peluang pembelajaran sistem koperasi antara Indonesia dan Malaysia.
Usai seremoni penyerahan bantuan, rombongan ANGKASA Malaysia bersama BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat meninjau bekas lokasi banjir Sumatra 2025 di Nagari Talu, Kecamatan Talamau.
