bahasakita.id – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan StrokeGuard, aplikasi lintas platform untuk pemantauan pasien stroke setelah masa perawatan. Pengembangan ini dipublikasikan Jumat (28/11/2025). Aplikasi tersebut lahir dari kesenjangan struktural: minimnya literasi kesehatan di tingkat keluarga dan keterbatasan mekanisme pemantauan berbasis data.
Ketua tim, Muhammad Irsyad Yunus, mengaitkan inovasi ini dengan fenomena umum di masyarakat. “Menurut riset, sekitar 80 persen kasus stroke dapat dicegah. Namun pasien pascarawat dan keluarga sering kebingungan melakukan pemantauan mandiri,” ujar Irsyad, Jumat (28/11/2025). Pernyataan ini menunjukkan adanya persoalan budaya informasi medis yang belum merata.
StrokeGuard dirancang sebagai alat bantu interpretatif. Pasien memasukkan data tekanan darah yang kemudian dibaca oleh sistem AI dan dikirimkan kepada dokter. Pola ini mencerminkan pergeseran dari pemantauan konvensional menuju pemantauan berbasis data yang lebih akurat.
Irsyad menjelaskan dokter dapat memberikan saran kegiatan setelah menerima laporan sistem. Mekanisme hubungan ini menunjukkan pentingnya pengetahuan medis yang terstruktur. StrokeGuard mempertemukan bahasa teknologi dengan bahasa medis, lalu menyederhanakannya agar dapat dipahami pasien.
Fitur peringatan otomatis berfungsi sebagai alarm digital ketika tekanan darah melebihi batas normal. Dalam konteks budaya kesehatan Indonesia, fitur ini membantu mengatasi kebiasaan menunda pemeriksaan.
Aplikasi juga menyajikan review mingguan berdasarkan catatan kesehatan pasien. Review ini merekam pola tekanan darah dan memungkinkannya dibaca sebagai teks kesehatan jangka pendek yang memberi petunjuk bagi dokter.
Alden Bintang Rafazha menjelaskan StrokeGuard dapat diakses pasien melalui ponsel dan tenaga medis melalui situs https://strokeguard.app/. “Saat ini StrokeGuard tersedia dalam mode beta testing di Android dan iOS,” katanya. Perpaduan teknologi dan aksesibilitas ini membuat pemantauan lebih inklusif.
Inovasi ini membawa tim ITS meraih Juara II Healthtech AI Challenge 2025. Kerja sama dengan RS Siloam sedang berjalan, dan ekspansi ke sepuluh rumah sakit direncanakan. Smart Stroke Band yang akan dirilis 2026 memperkaya ekosistem pemantauan dengan perangkat wearable.
StrokeGuard menyatukan aspek teknologi, linguistik medis, dan budaya kesehatan dalam satu ekosistem digital yang memperbarui cara masyarakat memahami pemulihan stroke. (*)
