Bahasa Kita – Kecelakaan maut terjadi di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, setelah satu unit angkutan perkotaan (angkot) tertabrak kereta api barang. Peristiwa tersebut menyebabkan sopir angkot berinisial I meninggal dunia.
Insiden itu terjadi saat angkot melintas di perlintasan kereta api pada Sabtu, 23 Mei 2026. Pada waktu bersamaan, kereta api barang melaju dari arah Nambo menuju Cibinong hingga akhirnya menghantam kendaraan tersebut.
Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby Kartika Putra, membenarkan adanya kecelakaan antara kereta api dan angkot yang mengakibatkan korban jiwa.
“Telah terjadinya kecelakaan antara kereta api dengan kendaraan angkot yang menyebabkan sopir angkot meninggal dunia,” kata Robby kepada wartawan, Minggu, 24 Mei 2026.
Akibat benturan keras tersebut, kondisi angkot mengalami kerusakan parah dan terpental cukup jauh dari jalur jalan raya.
Angkot Terpental Usai Ditabrak Kereta Api
Robby menjelaskan, setelah menerima laporan kecelakaan, anggota Polsek Gunung Putri langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.
Sesampainya di lokasi, petugas menemukan kendaraan angkot bernomor polisi F-1969-KS dalam kondisi rusak berat.

“Anggota Polsek Gunung Putri ke lokasi kejadian, sesampainya di sana bahwa benar telah ditemukannya kendaraan angkot dalam kondisi rusak dan terpental jauh dari jalan raya,” ujarnya.
Dalam praktiknya, benturan antara kendaraan dan kereta api tersebut terjadi cukup keras hingga membuat badan kendaraan berpindah dari titik awal tabrakan.
Meski begitu, tidak ada penumpang lain di dalam kendaraan saat kecelakaan berlangsung. Sopir diketahui sedang mengendarai angkot seorang diri ketika melintas di jalur perlintasan kereta api tersebut.
Hal ini membuat korban jiwa dalam kejadian itu hanya sopir angkot.
Kecelakaan Terjadi Saat KA Barang Melintas
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rachman, mengatakan kecelakaan bermula ketika angkot melintas di area perlintasan kereta api pada Sabtu.
Di waktu yang sama, kereta api lokomotif bergerak dari arah Nambo menuju Cibinong. Saat tiba di lokasi kejadian, kereta api langsung membentur bagian belakang angkot.
“Sebelum terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta api, kereta api lokomotif bergerak dari arah Nambo menuju Cibinong, setibanya di TKP membentur bagian belakang,” kata Ares.
Yang jadi sorotan, benturan terjadi tepat ketika kendaraan berada di lintasan rel kereta api. Akibatnya, angkot tidak sempat menghindar dari laju kereta yang sedang melintas.
Dalam konteks tersebut, kecelakaan di perlintasan sebidang kembali menjadi perhatian karena melibatkan kendaraan umum dan mengakibatkan korban meninggal dunia.
Sopir Sempat Dibawa ke Rumah Sakit
Akibat kecelakaan tersebut, sopir angkot mengalami luka berat. Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun pada kenyataannya, nyawa korban tidak tertolong.
“Setelah terjadinya peristiwa tersebut, korban mengalami luka berat dan sudah dibawa ke Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dan dinyatakan meninggal,” ujar Ares.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut. Sejumlah petugas terlihat melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian usai insiden berlangsung.
Di sisi lain, kondisi kendaraan angkot yang rusak berat menunjukkan kuatnya benturan yang terjadi saat kereta api menghantam kendaraan di jalur perlintasan tersebut.
Peristiwa ini juga sempat menjadi perhatian warga sekitar karena lokasi kecelakaan berada di kawasan yang dilalui aktivitas kendaraan dan jalur kereta api.
