Kebakaran TPA JatiwaringinKebakaran TPA Jatiwaringin memasuki hari ke-10 Pemadaman mencapai 49 persen dengan dukungan empat helikopter water bombing.

Kebakaran TPA Jatiwaringin memasuki hari kesembilan dengan progres pemadaman mencapai 50 persen. Tim gabungan terus mempercepat proses pendinginan melalui operasi darat dan udara, termasuk mengerahkan empat helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, masih menjadi fokus penanganan berbagai instansi. Berdasarkan hasil operasi hingga Selasa (7/7), area yang berhasil dipadamkan telah mencapai 50 persen dari total lahan terdampak.

Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI Djohan Darmawan, mengatakan seluruh unsur yang terlibat terus memperkuat koordinasi agar proses pendinginan berjalan lebih efektif. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan kemajuan meski pekerjaan di lapangan masih berlangsung.

Strategi Darat dan Udara Percepat Pendinginan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Secara faktual, penanganan kebakaran melibatkan BNPB, kementerian terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta pihak swasta. Selain itu, operasi dilakukan melalui dua jalur sekaligus, yakni darat dan udara, untuk melokalisasi titik api yang masih tersisa.

BNPB mengerahkan empat helikopter water bombing guna menyiram sektor yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam kebakaran. Langkah tersebut menjadi solusi atas kondisi medan yang berat dan lokasi api yang berada di area sulit dijangkau.

Sementara itu, tim di lapangan membuka akses jalan baru pada sisi utara dan selatan TPA agar mobil pemadam dapat bergerak lebih leluasa. Di sisi lain, petugas membangun embung penampungan air yang disalurkan melalui enam hingga delapan jalur selang pemadam untuk memperkuat proses penyiraman.

Tak hanya itu, petugas juga menyuntikkan cairan kimia khusus ke dalam area yang masih menyimpan bara api. Strategi tersebut dipadukan dengan penyiraman dari udara sehingga proses pendinginan dapat berlangsung secara bersamaan.

Meski api di permukaan mulai terkendali, tantangan baru muncul dari kepulan asap yang keluar dari bawah tumpukan sampah. Berdasarkan hasil deteksi alat geotermal, bagian dalam TPA masih menyimpan sumber panas yang menghasilkan gas sehingga penyiraman terus dilakukan secara konstan.

Selain penanganan di lapangan, BNPB terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, hingga saat ini hujan buatan belum dapat dilaksanakan karena pertumbuhan awan potensial di wilayah TPA Jatiwaringin masih sangat minim.

Karena itu, BNPB bersama BMKG terus memantau perkembangan kondisi atmosfer. Jika syarat meteorologis telah terpenuhi, proses pengajuan izin penyemaian awan akan segera dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan kebakaran.