Bahasa Kita – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut pelaksanaan Iduladha di Masjid Istiqlal kini menjadi contoh pengelolaan kurban modern terbaik di Asia Tenggara. Standar pengelolaan yang diterapkan dinilai berhasil memadukan pelayanan ibadah, kebersihan, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Nasaruddin Umar mengatakan sistem yang diterapkan Masjid Istiqlal mulai menjadi rujukan berbagai pengelola masjid di kawasan regional. Menurutnya, pengelolaan Iduladha di Istiqlal memiliki standar tersendiri karena mampu menjalankan kegiatan ibadah dalam skala besar secara tertib dan efisien.
“Pengelolaan kurban di Istiqlal tidak hanya berfokus ibadah, tetapi juga kebersihan, pelayanan jamaah, serta lingkungan berkelanjutan,” kata Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Masjid Istiqlal Jadi Rujukan Pengelolaan Rumah Ibadah
Menurut Nasaruddin, pengelola Masjid Istiqlal aktif membangun koordinasi dengan berbagai lembaga kemasjidan di Asia Tenggara. Kerja sama itu dilakukan untuk memperkuat tata kelola rumah ibadah modern yang tertib dan ramah lingkungan.
Dalam praktiknya, pertukaran pengalaman dilakukan untuk membahas sistem pelayanan jamaah hingga pengelolaan lingkungan masjid. Hal itu menjadi perhatian karena Masjid Istiqlal rutin menggelar kegiatan keagamaan berskala nasional.
Tak hanya itu, pelaksanaan Salat Idulfitri dan Iduladha di Masjid Istiqlal juga selalu dihadiri puluhan ribu jamaah setiap tahun. Kondisi tersebut membuat pengelolaan kawasan masjid harus dilakukan dengan sistem yang terukur.
Menurutnya, pengelolaan rumah ibadah modern tidak lagi hanya berfokus pada kegiatan ibadah. Namun pada kenyataannya, pelayanan jamaah dan kebersihan kawasan juga menjadi perhatian utama.
Sistem Lingkungan Berkelanjutan Jadi Sorotan
Yang jadi sorotan dari Masjid Istiqlal adalah penerapan sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Salah satu inovasi yang diterapkan yakni sistem daur ulang air bekas wudu.
Nasaruddin menjelaskan air bekas wudu tidak langsung dibuang ke saluran kota. Air tersebut diolah kembali untuk kebutuhan lingkungan masjid.
Dalam konteks tersebut, sistem pengelolaan air dinilai menjadi bagian penting dari konsep rumah ibadah modern. Artinya, pengelolaan masjid kini juga menyentuh aspek efisiensi lingkungan.
Di sisi lain, langkah tersebut mendapat perhatian internasional karena dianggap berhasil menerapkan sistem pengelolaan rumah ibadah berkelanjutan. Menurutnya, penghargaan internasional yang diterima Masjid Istiqlal menjadi kebanggaan Indonesia.
Ia menambahkan penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan jamaah secara berkelanjutan. Dengan kata lain, pengelolaan masjid modern tidak hanya berbicara soal kapasitas jamaah.
Namun lebih jauh, pengelolaan lingkungan dan pelayanan publik juga menjadi bagian penting dari sistem rumah ibadah modern saat ini.
Pelaksanaan Iduladha Dinilai Semakin Tertata
Masjid Istiqlal selama ini dikenal rutin menjadi pusat kegiatan keagamaan nasional. Kondisi itu membuat pengelolaan kawasan masjid harus dilakukan secara disiplin.
Yang menarik, pelaksanaan Iduladha di Istiqlal kini dinilai semakin tertata dibanding sebelumnya. Pengelolaan kurban dilakukan dengan memperhatikan kebersihan kawasan dan kenyamanan jamaah.
Pada saat bersamaan, sistem pelayanan jamaah juga terus diperkuat agar kegiatan ibadah berjalan lancar. Menurut Nasaruddin, hal itu menjadi alasan Masjid Istiqlal mulai dijadikan contoh pengelolaan rumah ibadah modern di kawasan Asia Tenggara.
