Kasus judi online Jakarta Barat menunjukkan tren peningkatan setiap tahun berdasarkan data PPATK. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini memperkuat langkah pencegahan dengan melibatkan masyarakat, tokoh lingkungan, serta aparatur wilayah untuk menekan dampak sosial dan ekonomi akibat praktik judi online.
Kasus judi online Jakarta Barat terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), wilayah Jakarta Barat menjadi daerah dengan jumlah pemain judi online terbanyak kedua di DKI Jakarta.
Kepala Inspektorat DKI Jakarta, Dhanny Sukma, mengatakan tren tersebut terlihat dari peningkatan jumlah kasus sejak 2023. Menurutnya, data PPATK menunjukkan lonjakan yang signifikan dari tahun ke tahun.
“Trennya itu selalu meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2023 kita mendapatkan data sebanyak 80.000. Di tahun berikutnya dua kali lipat sampai mencapai 150.000-an kasus. Begitu pula dengan tahun berikutnya,” kata Dhanny dalam kegiatan Sosialisasi Antikorupsi dan Pencegahan Judi Online di Jakarta Barat, Selasa (14/7/2026).
Pemerintah Perkuat Pencegahan Judi Online Melalui Kolaborasi Warga
Menurut Dhanny, sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memetakan langkah pencegahan sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai dampak judi online terhadap kehidupan sosial dan ekonomi.
Selain itu, pemerintah menilai praktik judi online tidak hanya berdampak pada kondisi keuangan pelaku. Dalam praktiknya, aktivitas tersebut juga memicu konflik keluarga, persoalan ekonomi rumah tangga, hingga gangguan terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong koordinasi lintas wilayah dengan melibatkan RT, RW, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lingkungan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus mendorong masyarakat saling mengingatkan mengenai bahaya judi online.
Dhanny menjelaskan interaksi sosial yang lebih aktif di lingkungan permukiman dapat mengurangi aktivitas individual yang berpotensi mendorong seseorang terlibat dalam praktik judi online.
Di sisi lain, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menegaskan bahwa pencegahan judi online membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Menurutnya, pemerintah, pengurus wilayah, dan warga harus bergerak bersama agar upaya pencegahan berjalan efektif.
Iin juga mengingatkan bahwa kebiasaan bermain judi online dapat memengaruhi hubungan dalam keluarga maupun lingkungan organisasi. Bahkan, dampaknya dapat memicu tekanan ekonomi sekaligus mengganggu keharmonisan hubungan sosial.
Lebih jauh, pemerintah berharap komunikasi yang semakin baik antara warga dan aparatur lingkungan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa judi online merupakan persoalan bersama. Dengan demikian, berbagai pihak dapat berperan aktif mencegah praktik tersebut berkembang lebih luas di tengah masyarakat.
