TKA 2026 Rilis Nilai RerataTKA 2026 Rilis Nilai Rerata SD dan SMP Seluruh Indonesia

Bahasa Kita – TKA 2026 resmi merilis data rerata nilai jenjang SD dan SMP di seluruh provinsi Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Selasa, 26 Mei 2026.

Data yang dipublikasikan mencakup rerata nasional dan rerata nilai setiap provinsi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia serta Matematika.

Berdasarkan data resmi Kemendikdasmen, rerata nasional TKA jenjang SD untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia mencapai 60,14. Sementara itu, rerata Matematika berada di angka 43,41.

Pada jenjang SMP, rerata nasional Bahasa Indonesia tercatat sebesar 60,83.

Data tersebut dirilis oleh Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau BKPDM Kemendikdasmen.

DI Yogyakarta dan Jakarta Catat Nilai Menonjol

Jika melihat data yang dipublikasikan, sejumlah provinsi di Pulau Jawa masih mencatat rerata nilai cukup tinggi.

Yang jadi sorotan, DI Yogyakarta menjadi salah satu daerah dengan capaian menonjol pada jenjang SD maupun SMP.

Pada jenjang SD, DI Yogyakarta memperoleh nilai Bahasa Indonesia sebesar 75,14 dan Matematika 61,64.

Sementara itu, pada jenjang SMP, provinsi tersebut mencatat nilai Bahasa Indonesia 73,74 dan Matematika 51,65.

Di sisi lain, Jakarta juga menunjukkan capaian tinggi untuk kedua jenjang pendidikan.

Namun pada kenyataannya, beberapa wilayah di Indonesia timur masih memiliki rerata nilai lebih rendah dibanding sejumlah daerah lain.

Dalam konteks tersebut, Kemendikdasmen menilai hasil TKA tidak dapat dibaca secara sederhana hanya melalui angka rerata.

TKA 2026 Tidak Untuk Pemeringkatan Daerah

Rahmawati
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Kapusmendik), Rahmawati

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati menegaskan data TKA 2026 tidak dibuat untuk menentukan daerah terbaik secara nasional.

Menurutnya, daftar nilai tersebut disusun berdasarkan nomor pendaftaran peserta TKA, bukan berdasarkan provinsi dengan nilai tertinggi.

Tujuannya kita bukan untuk melabeli, bukan untuk me-ranking, bukan untuk menganggap dari hasil TKA ini sudah se-powerful itu suatu daerah sehingga kita bisa bilang yang terbaik se-Indonesia,” kata Rahmawati.

Yang menarik, pemerintah justru ingin menjadikan data tersebut sebagai bahan evaluasi bersama terkait kondisi pendidikan di berbagai daerah.

Rahmawati menilai terdapat banyak faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan di setiap wilayah.

Karena terlalu banyak aspek yang bisa kita tangkap dan kita ceritakan untuk menyatakan suatu kualitas di sistem pendidikan,” jelas dia.

Banyak Faktor Pengaruhi Hasil TKA 2026

Secara faktual, Kemendikdasmen menyebut hasil TKA tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran kualitas pendidikan.

Dalam praktiknya, capaian nilai dipengaruhi berbagai faktor mulai dari kondisi daerah hingga pemerataan fasilitas pendidikan.

Tak hanya itu, tingkat kesulitan soal TKA di tiap wilayah juga disebut belum sepenuhnya seragam dengan standar nasional.

Yang kerap luput diperhatikan, kondisi geografis dan akses pendidikan turut memengaruhi kemampuan akademik peserta didik di berbagai daerah.

Pada sisi yang sama, data TKA 2026 dinilai tetap penting sebagai gambaran umum capaian akademik siswa SD dan SMP di Indonesia.

Melalui publikasi data tersebut, pemerintah berharap satuan pendidikan dapat melihat kondisi pembelajaran secara lebih terukur tanpa menjadikan hasil TKA sebagai alat pemeringkatan daerah.