Ratna Sarumpaet & Nanik S DeyangRekam Jejak Nanik Deyang Soal Ratna Sarumpaet Jadi Sorotan Usai Pimpin Badan Gizi Nasional

Bahasa Kita – Nama Nanik Sudaryati Deyang kembali menjadi perhatian publik setelah ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Juni 2026. Sorotan tersebut tidak lepas dari keterlibatannya dalam rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan kasus Ratna Sarumpaet pada 2018, yang saat itu menjadi salah satu isu politik paling ramai menjelang Pemilihan Presiden 2019.

Perhatian terhadap rekam jejak Nanik muncul karena ia disebut sebagai salah satu pihak yang pertama kali menyampaikan informasi mengenai dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet kepada sejumlah tokoh nasional.

Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi kontroversi besar setelah informasi yang beredar terbukti tidak sesuai dengan fakta.

Awal Mula Nama Nanik Muncul dalam Kasus Ratna Sarumpaet

Pada Oktober 2018, publik dikejutkan oleh kabar bahwa Ratna Sarumpaet menjadi korban penganiayaan oleh orang tidak dikenal di Bandung.

Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan.

Dalam persidangan Ratna Sarumpaet yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2019, jaksa mengungkap bahwa Nanik merupakan salah satu pihak yang menyampaikan cerita mengenai dugaan penganiayaan tersebut kepada sejumlah tokoh politik.

Nama-nama yang disebut dalam persidangan antara lain Prabowo Subianto, Amien Rais, Said Iqbal, dan Fadli Zon.

Yang jadi sorotan, informasi tersebut disampaikan ketika dugaan penganiayaan masih dipercaya sebagai fakta yang benar.

Unggahan Facebook Jadi Bagian dari Perhatian Publik

Selain menyampaikan informasi kepada sejumlah tokoh, Nanik juga disebut mengunggah foto wajah Ratna Sarumpaet ke akun Facebook pribadinya.

Foto tersebut menampilkan kondisi wajah Ratna yang tampak lebam dan disertai narasi mengenai dugaan penganiayaan.

Dalam perkembangan berikutnya, unggahan tersebut menjadi bagian dari materi yang ikut diperhatikan dalam proses penyelidikan kasus.

Kabid Humas Polda Metro Jaya saat itu, Kombes Argo Yuwono, menyebut Nanik sebagai orang pertama yang memberitahukan kabar tersebut kepada Prabowo Subianto.

Namun, setelah fakta sebenarnya terungkap, unggahan tersebut kemudian dihapus.

Kombes Argo Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya saat itu, Kombes Argo Yuwono

Fakta Persidangan Ubah Arah Kasus

Penyelidikan aparat penegak hukum kemudian menemukan bahwa cerita mengenai penganiayaan tidak benar.

Kondisi lebam pada wajah Ratna Sarumpaet ternyata berasal dari tindakan operasi pengangkatan lemak pipi yang dijalaninya, bukan akibat tindak kekerasan.

Fakta tersebut mengubah arah kasus secara keseluruhan.

Ratna kemudian menjalani proses hukum hingga akhirnya divonis bersalah.

Sementara itu, Nanik tidak pernah berstatus sebagai tersangka maupun terdakwa dalam perkara tersebut.

Ia diperiksa oleh penyidik dan hadir sebagai saksi dalam proses hukum yang berlangsung.

Nanik Mengaku Merasa Dibohongi

Dalam kapasitasnya sebagai saksi, Nanik menyatakan dirinya juga menerima informasi yang ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.

Menurut keterangan yang terungkap dalam proses hukum, ia merasa telah dibohongi oleh Ratna Sarumpaet terkait cerita penganiayaan tersebut.

Karena itu, posisi Nanik dalam kasus tersebut lebih banyak dikaitkan sebagai pihak yang meneruskan informasi yang saat itu dipercayainya benar.

Meski demikian, keterlibatannya dalam penyebaran narasi awal kasus membuat namanya tetap dikaitkan dengan peristiwa tersebut hingga sekarang.

Seiring penunjukannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, hubungan Nanik Deyang dengan kasus Ratna Sarumpaet kembali menjadi bahan perhatian publik sebagai bagian dari rekam jejak yang pernah tercatat dalam perjalanan kariernya.