Bahasa Kita – Kasus Ibu Rumah Tangga Positif HIV/AIDS di Kota Salatiga menjadi sorotan setelah data terbaru Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA) hingga April 2026 mencatat 44 ibu rumah tangga terkonfirmasi terpapar HIV/AIDS.
Data tersebut memunculkan keprihatinan karena kelompok ibu rumah tangga selama ini kerap dianggap memiliki risiko rendah terhadap penularan HIV. Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa penularan justru banyak terjadi melalui pasangan.
Selain 44 kasus pada ibu rumah tangga, SIHA juga mencatat 41 pelajar dan mahasiswa berdomisili di Salatiga positif HIV/AIDS hingga April 2026.
Mayoritas IRT Tertular dari Pasangan
Kepala DP3APPKB Kota Salatiga, Suparli, menjelaskan sebagian besar kasus pada ibu rumah tangga tidak berkaitan langsung dengan perilaku berisiko yang mereka lakukan sendiri.
Menurutnya, penularan umumnya berasal dari pasangan yang lebih dahulu terinfeksi HIV. Faktor perilaku berisiko seperti berganti pasangan seksual maupun penggunaan narkotika suntik menjadi salah satu penyebab utama penyebaran virus.
Selain itu, faktor budaya dan ketimpangan gender turut memengaruhi kondisi tersebut. Dalam praktiknya, banyak istri memiliki posisi tawar yang terbatas untuk meminta pasangan melakukan pemeriksaan kesehatan atau menggunakan pengaman saat berhubungan.
“Kebanyakan IRT yang mengidap HIV/AIDS tidak semata akibat perilakunya sendiri, melainkan dari penularan pasangannya yang terinfeksi,” ujar Suparli.
Total ODHIV di Salatiga Capai 466 Orang
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Dr. Prasit Al Hakim, mengungkapkan jumlah kumulatif Orang Dengan HIV (ODHIV) di Salatiga hingga April 2026 mencapai 466 orang.
Meski angka temuan terus bertambah, Salatiga berada di peringkat ke-23 di Jawa Tengah. Posisi tersebut masih berada di bawah sejumlah kota besar seperti Semarang dan Surakarta.
Yang menarik, data ODHIV yang sedang menjalani terapi ARV masih didominasi laki-laki. Tercatat sebanyak 287 laki-laki dan 103 perempuan menjalani pengobatan hingga April 2026.

Kasus Baru HIV/AIDS per Kecamatan Tahun 2026
Berdasarkan data terbaru SIHA, temuan kasus baru HIV/AIDS selama 2026 tersebar di beberapa wilayah kecamatan di Salatiga.
| Kecamatan | Jumlah Kasus Baru HIV/AIDS 2026 |
|---|---|
| Tingkir | 6 Kasus |
| Sidorejo | 2 Kasus |
| Sidomukti | 1 Kasus |
| Argomulyo | 0 Kasus |
Dari data tersebut, Kecamatan Tingkir menjadi wilayah dengan jumlah kasus baru tertinggi hingga April 2026.
Pelajar hingga PNS Masuk Data Temuan HIV/AIDS
Selain kelompok ibu rumah tangga, SIHA juga mencatat kasus HIV/AIDS pada berbagai kelompok pekerjaan dan usia.
Data menunjukkan terdapat 41 pelajar atau mahasiswa dan empat Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terkonfirmasi HIV/AIDS hingga April 2026.
Sementara itu, kelompok pekerjaan dengan jumlah kasus terbanyak berasal dari karyawan swasta sebanyak 122 orang. Selanjutnya terdapat wiraswasta sebanyak 76 orang dan kategori lainnya sebanyak 57 orang.
Yang patut dicermati, kelompok usia terbanyak berada pada rentang 25 hingga 29 tahun dengan 55 orang. Posisi berikutnya ditempati usia 30 hingga 34 tahun sebanyak 47 orang serta usia 20 hingga 24 tahun sebanyak 45 orang.
Pemerintah Perkuat Skrining dan Edukasi
Mengacu pada situasi terkini, Pemerintah Kota Salatiga memperkuat kerja sama antara Dinas Kesehatan Kota, DP3APPKB, dan Komisi Penanggulangan AIDS.
Fokus utama saat ini adalah memperluas jangkauan skrining serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah berupaya mengurangi stigma terhadap penyintas HIV/AIDS agar mereka dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih baik.
Menurut pemerintah daerah, deteksi dini menjadi langkah penting karena semakin cepat HIV diketahui, semakin besar peluang penderita memperoleh kualitas hidup yang baik melalui terapi rutin.
