Harga Pertamax turunHarga Pertamax berpeluang turun bulan depan jika harga minyak dunia terus melemah. Pemerintah segera membahas penyesuaian bersama.

Harga Pertamax berpeluang turun pada bulan depan jika tren harga minyak dunia terus melemah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan membahas penyesuaian bersama Pertamina dan badan usaha penyedia BBM.

Pemerintah membuka peluang penurunan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, apabila harga minyak dunia terus menunjukkan tren penurunan. Langkah tersebut akan dibahas dalam rapat yang melibatkan PT Pertamina (Persero) dan badan usaha penyedia BBM swasta.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan keputusan penyesuaian harga belum ditetapkan. Namun, pemerintah mulai menghitung berbagai faktor yang menjadi dasar evaluasi harga BBM nonsubsidi.

Menurut Bahlil, pemerintah akan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia sebelum mengambil keputusan. Karena itu, pembahasan bersama pelaku usaha migas menjadi tahapan penting dalam proses tersebut.

Pemerintah Kaji Penyesuaian Harga Pertamax

Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

Bahlil menjelaskan pergerakan Indonesian Crude Price (ICP) masih berubah dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menyusun formulasi yang tepat sebelum menetapkan perubahan harga BBM nonsubsidi.

Ia menegaskan kebijakan tersebut harus menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat pengguna BBM nonsubsidi dan keberlangsungan pelaku usaha di sektor perminyakan. Dengan demikian, penyesuaian harga tidak dilakukan secara terburu-buru.

Sementara itu, pemerintah memastikan tidak ada rencana menaikkan harga BBM bersubsidi. Fokus pembahasan saat ini hanya berkaitan dengan peluang penyesuaian pada beberapa jenis BBM nonsubsidi apabila harga minyak dunia terus melemah.

Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah telah meminta Pertamina dan badan usaha swasta mulai menyiapkan langkah penyesuaian harga. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026. Selanjutnya, mulai 1 Juli 2026 perusahaan menurunkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sedangkan harga Pertamax belum mengalami perubahan.